Pelabuhan Impian

Pelabuhan Impian

  • WpView
    Reads 818
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang paling kau ingat dari hari-hari setelah pernikahan? Apa kebahagiaan terukir di wajahmu atau hanya tangisan yang memenuhi hari-harimu, coba kau ingat wajah pasangan hidupmu, bayangkan apa saja hak dan kewajiban yang telah ia jalankan kepadamu, jangan sampai sebuah ikatan suci itu rusak hanya karena tidak mampu memperbaiki ikatan dan memilih untuk mengikuti ego dalam hati. Siapapun bisa menyemai luka tapi menutup luka dengan memaafkan adalah pilihan terbaik. Ini kisah tentang pertemuan dua insan yang ditakdirkan hidup bersama. Penuh ujian dan hambatan untuk menjalani hidup sebagai pasangan normal, beragam masalah seakan tak pernah habis menghantam dua insan yang telah melabuhkan janji kepada Tuhan untuk menikah semata-mata demi mencari ridho-Nya. Untuk dua orang yang saling mengenal agama seharusnya kehidupan pernikahan bisa berjalan sesuai tuntunan Qur'an dan Sunnah tapi tidak untuk pasangan yang telah menjalani taa'ruf ini, ada yang janggal dari kehidupan pernikahan mereka. Bagaimana rasanya bersabar seperti sabarnya Asiah menghadapi kejamnya Fira'un, bagaimana caranya menguatkan diri dengan iman dan taqwa, terjebak dalam pernikahan yang sudah rusak. Apa jalan keluar terbaik adalah dengan memutuskan ikatan suci walaupun itu adalah halal tapi dibenci oleh Allah?
All Rights Reserved
#516
asmara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Detik Datang Dan Pergi
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • MAS WILDAN [END]
  • Cinta tak keliru (END)
  • Perjalanan Halal (SELESAI)
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Mendaki Bersamamu Menuju Jannah
  • Perfect Couple

Kau tak bisa salahkan saya yang terjebak dalam dua kehidupan, kau tak bisa memaki saya karna sebuah rasa tabu, kau seharusnya mengerti ini jawaban dari setiap doa yang kau panjatkan pada tuhan bahwa kau TAK INGIN JATUH CINTA PADA MANUSIA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines