Kelas Puisi

Kelas Puisi

  • WpView
    LECTURES 621
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Chapitres 23
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., janv. 6, 2022
WpInfo
Histoires vraies
°° Kelas Puisi °° Berdasarkan judulnya, di sinilah kami memberikan materi sastra. Sastra yang kami ambil adalah puisi. Siapa, sih, yang tidak suka puisi? Kamu? Yakin, enggak suka? Kamu harus mempelajarinya, lho! Pengen tahu apa saja yang dipelajari? Yuk, simak! Para member kami pun, kami ajarkan agar bisa membuatnya dengan indah. Yuk, bantu vote dan comment! Agar kelas kami mendapatkan nilai tertinggi, lho! Terima kasih 🤗
Tous Droits Réservés
#95
goresanpena
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Aksara Tak Bertuan
  • SAJAK HATI
  • School: Re-Search [Terbit]
  • DIRGANTARA
  • Goresan Pena
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Sepenggal Rasa [Complete]✓
  • FATAMORGANA [COMPLETED]
  • Diksi Dalam Sepi
  • TENTANG RASA

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu