Getun
  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2026
Bagaimana kalau penyesalan terbesar dalam hidup adalah hidup itu sendiri? Di sebuah kota kecil, tujuh remaja menjalani hidup mereka seperti biasa-berangkat sekolah, bercanda, bertengkar, jatuh cinta, dan mencoba melewati hari-hari yang terasa semakin berat. Namun di balik keseharian itu, masing-masing menyimpan sesuatu yang tidak pernah benar-benar mereka ucapkan. Getun adalah cerita dengan sudut pandang orang pertama yang berganti di setiap bagiannya. Setiap tokoh memiliki cara sendiri dalam memandang dunia, orang lain, dan dirinya sendiri. Semakin dekat kamu melihat melalui mata mereka, semakin samar batas antara benar dan salah. Karena terkadang seseorang terlihat baik-baik saja hanya karena tidak ada yang benar-benar memperhatikan. Dan terkadang penyesalan datang ketika semuanya sudah terlambat. Siapkah kamu melihat dunia melalui mata mereka? n.b. : Cerita ini telah disunting sedemikian rupa sehingga kerancuan komentar mungkin terjadi.
All Rights Reserved
#46
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • my devil is my love
  • Our Times (Completed)
  • Apartment | ✓
  • DIARY HAN JI-EUN
  • My Husband
  • Hanya dirimu
  • OBSD 🔞 [END]
  • obsesi seorang mantan pacar
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines