L e m b a r a n

L e m b a r a n

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 17, 2020
❝ Aku sudahi ya, tulisnya? Aku takut lembarannya habis. ❞ ❝ Kalau sudah mulai menulis, tidak bisa berhenti lagi, kan? Tidak ada yang perlu ditakuti, Nes. Semuanya juga akan ada akhirnya. Cepat atau lambat. Bahagia atau tidak. Kan, kita juga yang menentukan isi dalamnya. Kita sendiri yang menjadi pemeran utamanya, kita sendiri juga yang memilih akhir yang bahagia atau akhir yang hanya tersisa kepedihan. Bukannya akhirnya juga sama - sama berakhir? Tidak ada jalan lain selain merelakan. Iya, kan? ❞ Sore itu, segelas kopi yang dipesannya sudah tidak pahit lagi. Bising sekitar terkalahkan oleh suara dalam diri yang ribut. Lantunan lagu yang seindah arunika yang mengawali hari rasanya langsung tenggelam oleh kelamnya manik mata itu yang seakan memakannya hidup - hidup. Bibirnya kelu, rasanya semua kata hilang begitu saja. Afian Adiakta. Nama yang sudah berulang kali Nesi tuliskan dalam lembaran - lembaran nyatanya hanya akan berakhir dengan titik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aderaga [ON GOING]
  • Rankle [Completed]
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • HAFI & NABILA [REVISI]
  • GREENSTA [END]
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • NOJAM & JAEMIN
  • RUANG RINDU

[Jangan lupa follow sebelum baca] "Jelek lo."ucap Raga membuat Adera makin kesal. Adera menoleh ke Raga yang sedang memasang wajah tengilnya. Dia memukul dada Raga bertubi tubi. Menangkis hanya itu yang bisa dilakukan Raga. Dia menakap Tangan Adera yang terus saja memukul dadanya. Ditatapnya wajah Adera yang memerah akibat sangat marah kepada Raga. Adera terdiam menyadari posisinya saat ini. Tangan kiri raga menangkis tangannya dan tangan kanan Raga memeluk pinggang Adera membuat tubuh Adera sangat dekat dengan tubuh Raga. "Sakit"kata Raga, lembut. Jantung Adera berdegup kencang. Dia menjadi membeku dipelukan Raga. Dia bahkan tidak bisa mengucap sepatah kata saja karna gugup berdekatan dengan Raga sekarang. Raga menatap Adera dalam. Sesekali dia melirik bibir tipis berwarna merah muda milik Adera lalu dia memiringkan kepalanya, matanya tidak bisa teralih dari bibir menawan Adera. Saat bibirnya dengan bibir Adera hanya tinggal beberapa senti Raga berhenti ia tahu saat ini setan sedang mengodanya sebelum hal itu terjadi, Raga menjauhkan tubuhnya dari tubuh Adera takut ia akan kehilangan kendali. Raga meninggalkan Adera yang masih terdiam membeku disana. 'Raga tadi mau ngapain ya?' batinnya. #Badboy#nakal #kisahcintaremaja #romantis #romance #fiksiremaja #sma #sekolah #Adera #Raga #cinta

More details
WpActionLinkContent Guidelines