Setelah hujan reda

Setelah hujan reda

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 30, 2020
Ketika kamu selingkuh, saya kecewa, marah, sedih, Pasti. Tapi saya tidak mengatakan kamu salah, salah ataupun benar bukan hak saya untuk menghakimi. Barangkali, hal itu terjadi karena aku yang hanya mencoba untuk jadi yang terbaik, hingga lupa menjadi yang menyenangkan. Barangkali juga kamu belum bisa berdamai dengan kurangku, hingga lupa dengan beberapa lebih ku. Barangkali aku terlalu mengikat, hingga lupa mengulur tali-tali itu. Dari Tuhan, kita dapat bagian sendiri-sendiri dalam pelajaran berharga, walaupun harga yang harus dibayar cukup berat, dengan kehilangan. Semoga ini kali terakhir, dan semoga cukup aku. Tidak ada yang lain. . . . Kamu yang aku perjuangan sebegitu kuat dahulu, sekarang malah menjadi yang begitu mudah lepas. Aku memang terlalu buta untuk mengenali semua kelebihanmu yang tak bercelah, aku terlalu buta untuk melihatmu yang akan siap untuk selalu menamba. Kesibukanku yang akhirnya membuatku tuli, hingga aku melupakan semua keluh kesahmu. Aku hanya peduli dengan kenyamananku disini, terbang diketinggian tanpa tau cara untuk sekedar turun ke bumi. Malaikatku yang dulu dengan senantiasa selalu kujaga, ternyata akhirnya malah akulah perusak utama. Maapkan aku yang telah menyebabkan badai dalam hidupmu.
All Rights Reserved
#822
pilot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • Plot Twist - Hartono's Fam
  • AYLIN
  • THE FIND LOVE
  • ARUMILA
  • Karena Aku Mencintaimu...
  • Hanromania
  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT
  • Here With Me
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines