Melepas Harap

Melepas Harap

  • WpView
    LECTURAS 52
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 30, 2020
Apa yang seharusnya menjadi indah, malah menjadi masalah. Apa yang seharusnya menjadi kebahagiaan, malah menjadi kesedihan. Apa yang seharusnya menjadi masa depan, malah berakhir menyakitkan. Harapan-harapan itu seperti tak memiliki arti. Bayangan itu seakan benar-benar menghilang. Rangkaian kalimat yang seolah meyakinkan itu ternyata hanyalah omong kosong. Benar kata Ibu, berharap lebih pada manusia hanya akan membuat kita merasakan sakit dikemudian hari. *** Biarlah semua kata manis-yang sebenarnya pahit itu, meluap. Karena, kini, sudah tiada lagi harapan itu. Semua sudah semestinya dilepaskan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • Sekali Lagi (End)
  • My Perfect BoyFriend
  • LUKA!
  • [END] Blind Rainbow
  • MISSHELLA ✔

Memandang dunia itu sebenarnya menyenangkan bila tak tau apa yang ada di dalamnya.. Berharap kebahagiaan akan terpancar disana Berharap semua akan baik baik saja Berharap dunia akan berperilaku baik Itu pandangan ku, seorang AMANDA KEYLI AUREL, Gadis yang tak segan kembali kemasa lalu hanya karena kerinduan yang terus menghantui ku. aku ingin membuka lembaran baru dalam hidupku, namun seakan masa lalu itu enggan pergi dari hidup ini. Aku berpikir akan baik saja dengan menjalani ini semua, berharap masa lalu itu akan musnah dengan sendirinya ketika aku kembali ke tanah kelahiran ku, berharap mama akan memandang ku lagi, berharap kakak ku akan memeluk ku lagi, dan berharap dia akan sama seperti dulu... Namun itu hanya sebuah harapan, kau tau apa yang kita harapkan dari sebuah Kata 'HARAPAN'. Karena diri sendiri lah yang mengharapkannya, diri sendiri lah yanng membentuknya. Harapan ku seakan terbelenggu di dalam kabut abu abu, kadang hilang di bawa angin, dan terkadang jatuh kejurang yang dalam. Dan apa yang harus aku harapkan dari makhluk tuhan yang berwujud Manusia.....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido