Sleep Well

Sleep Well

  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 2, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
Malam itu terasa mencekam, seseorang yang tengah berjalan di kegelapan terlihat mengintai mangsa Cahaya remang remang menambah ketakutan, berlari membelah ilalang yang hampir menelan sebagian tubuh Deru nafas itu menghujam bagai tak ada celah lagi untuknya merasakan oksigen, terbayang senyum Ibu yang memintanya untuk pulang tepat waktu saat melintas melewati hutan yang mengerikan itu, ia merasa sedikit bernafas legah, berlari sekuat tenaga menyusuri jalan yang sepi tanpa kendaraan, sampai terlihat cahaya lampu kendaraan di ujung sana, kali ini ia merasa ada kehidupan yang menyambut nya, saat tangannya melambai, tiba tiba terasa perih, mata itu terlihat tergenang, darah bercucuran, yah, satu anak panah menembus jantung membuatnya roboh, baru saja ia merasa aman ternyata malam itu adalah akhir dari hidupnya, tidak jauh dari nya terlihat sosok hitam berdiri menatapnya penuh kemenangan dan terdengar suara yang menyapu telinga (Sleep Well)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • TRAVELING : world of novel (ON GOING)
  • Help Ghost
  • Still the Same Heart
  • Sebuah Rasa
  • Moncake : Murder in Dreaming (Moncake Prime Cases Batch 1)

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines