Revan & Delia (END)

Revan & Delia (END)

  • WpView
    Reads 39,539
  • WpVote
    Votes 2,048
  • WpPart
    Parts 90
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 5, 2021
[FOLLOW SEBELUM BACA!] PIPIPIPIP JANGAN SKIPPP:V Cinta? Delia tau bahwa kata cinta itu ada, tapi itu hanya untuk orang orang yang saling menyayangi. Delia tak pernah yakin jika cinta itu benar benar ada dan membuatnya bahagia. Dirinya juga tak pernah yakin dengan omongan mulut laki laki. Menurutnya itu terlalu bulshit. Hidupnya suram, kata bahagia sepertinya tak pernah tersedia untuknya. Tapi apakah Delia bisa bertemu dengan orang yang tepat? Yang bisa merubah mindsetnya tentang cinta? Delia tak akan berharap akan ada orang yang akan mewarnai hidupnya, dirinya tak mau kecewa maka dari itu Delia tak pernah berharap. Revan. Laki laki yang Delia kenal brengsek rupanya bisa membuat hidup Delia berwarna, tapi bagaimana cara Revan mewarnai hidup suram Delia? RevanDelia🍭
All Rights Reserved
#630
gangster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Semesta (offGun)
  • Lajur Rasa - [END]
  • ASSYA (TERBIT)

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines