Untaian Manis untuk Kamu

Untaian Manis untuk Kamu

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 30, 2025
"Untaian Manis untuk Kamu" Setiap kata yang kutuliskan bukan sekadar rangkaian huruf, melainkan bisikan hati yang ingin kuabadikan. Ini adalah kumpulan ungkapan perasaan-tentang cinta yang tumbuh tanpa diminta, tentang kehangatan yang tak ingin pudar, dan tentang perasaan yang hanya bisa tersampaikan lewat tulisan. Aku menulis tentang kamu. Tentang caramu hadir dalam hidupku, tentang debar yang tak bisa kudefinisikan, dan tentang keabadian yang kutitipkan dalam setiap untaian kata. "Untaian Manis untuk Kamu" bukan sekadar kumpulan kalimat, tetapi cermin dari perasaan yang tak selalu bisa diungkapkan dengan suara-hanya bisa dirasakan, dipahami, dan diabadikan dalam kata-kata. Aku menulis untuk seseorang yang aku cinta. Mungkin bagi orang lain ini terlihat biasa, sederhana, bahkan tak berarti. Tapi untukku-yang jatuh cinta pada kalimat manis dan makna tersembunyi-ini bukan sekadar tulisan. Ini adalah bentuk cinta paling dalam yang bisa aku beri. Kamulah alasannya. Kamulah inspirasinya. Lewat kata, aku menceritakanmu. Lewat karya, aku mengabadikan rasaku padamu.
All Rights Reserved
#4
karyabaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Deary Depresiku [[ END ]]
  • Putralisha~
  • CLARA
  • N O R A [on going]
  • Stay With Me
  • MY WIFE IS MODEL
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • The Grey Of SAKARUNA

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines