Semesta Merasa

Semesta Merasa

  • WpView
    LECTURES 3,520
  • WpVote
    Votes 476
  • WpPart
    Chapitres 18
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 9, 2022
Si gadis pendiam dan tak kasat emosi, Binar, bersama tetangga yang tinggal tepat di depan rumahnya, Ansel, tak pernah menyangka akan bertemu dengan Mira dan Aldari di tahun pertama SMA. Dengan kepribadian yang saling berbeda, membuat kehidupan remaja menuju dewasa mereka lebih berwarna. Namun Binar nyatanya harus terjebak lagi dengan Renja, sosok bintang sekolah yang masih berharap untuk kembali dekat dengannya. Hingga tiba-tiba saja, si primadona angkatan yang berparas cantik, Lea, datang untuk merebut kebahagiaan Binar. "Rasa sakit yang sudah susah payah kita semua pendam, pada akhirnya memaksa keluar." "Bukannya bagus? Rasa sakit kita jadi hilang." "Rasa sakit saya gak akan pernah bisa hilang." ©duarintikhujan 2O2O
Tous Droits Réservés
#157
parksiyeon
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • F A K E ? [End]
  • How to be Your Friend
  • COMPLICATED
  • ADYRA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • RION IS MY MANTAN!
  • Love Syndrome [SELESAI]
  • Inara
  • Imaginary Boyfriend
  • Maaf, Dara.

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu