LOVING IN THE SIN

LOVING IN THE SIN

  • WpView
    Reads 564
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 16, 2020
Apa yang lebih menyakitkan daripada saling mencintai tetapi saling menyakiti? Tak perlu banyak berucap, Walau hanya sebuah kedipan sekilas, Hati ini telah paham apa yang kamu rasa, Kamu dan aku sama, selalu diam dalam kebekuan, dan akan meleleh dalam kehangatan ketika kedua raga kita bersua, kebencian hanya tameng untuk menutupi luka yang akan berujung dosa, baik aku maupun kamu, sanggupkah kita melawan takdir yang telah tersurat? Andaikan bisa, tak perlu kamu berusaha, karna sampai kapanpun, Aku dan Kamu tidak akan pernah bisa menjadi kita dalam sebuah ikatan romansa, percayalah, sesungguhnya Air tidaklah lebih kental melebihi darah, sekalipun nadiku terputus ataupun ragamu terbujur kaku, tidak akan bisa mengubah aliran darah kita, Lantas bagaimana nasib segumpal darah bagian dari kita berdua? tenang saja, tidak akan aku biarkan dia menjadi pendosa seperti kita... Maryam Karunia Wardhana Jika Kita lahir dari rahim yang berbeda, kenapa harus mengalir darah yang sama didalam raga kita? Mario Kurniawan Wardhana #1-CintaSedarah-11Mei21
All Rights Reserved
#69
forbiddenlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • BETWEEN
  • So Late To Say Love(?) ✔
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • HAZKI ; Danendra's Little Angel [✓]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • YOU
  • DikaRanggi
  • • EUTANASIA •
  • NADIRAEFAL

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines