ARTHA
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Pyakkkkkkkkkkk "Ajir kena clana gua lagi" Gumang Artha. "Ya ampun sepatu gua" Ucap Nadya. Saat Nadya melihat ke depan Nadya melihat cowok yang memakai jaket hitam, hlem hitam, kacamata hitam, dan menaiki motor. "Ehh lu kagak punya mata ya" Celetuk Nadya. ".." Artha tidak menjawab satu kata pun dia masih sibuk membersihkan celananya yang terkena air kubangan tadi. "EH LU BUDEG APA GIMANA SIH?" Teriak Nadya "Kagak usah teriak-teriak kek gitu bisa kagak,gua kagak budeg,lagian salah lu napa lu ada disitu?" Jawab Artha tanpa rasa bersalah. "Lagian lu sih tadi gua bicara pelan kagak lu jawab" Ucap Nadya dengan nada sedikit pelan. "Hmm" "Lu punya mata kagak sih?" Tanya Nadya satu kali lagi. "Punya ni lu kagak liat"Ucap Artha sambil membuka kacamatanya dan mendekatnya wajahnya ke wajah Nadya. "Isss apaan sih lu"Ucap Nadya sambil menoyor kepala Artha. "Isss kepedean sih lu,lu pikir gua mau cium lu gitu ha?" Ucap Artha sambil memakai kacamatanya. "Liat ni sepatu gua..." "Ouh lu cuma mau pemerin sepatu lu,bagus juga sih apa lagi ada corak macam basah kek gitu bagus juga selera lu" Ucap Artha yang membuat Nadya semakin marah. "Dah ya gua dah telat ni,mau gua bonceng kagak?" Artha memberikan tawaran kepada Nadya. "Kagak terimakasih" Tolak Nadya. "Ouh ya udah byee" Artha menaiki motornya anjirrr" Teriak Nadya.
All Rights Reserved
#55
nadya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • Kamu
  • this is me
  • Persona
  • Aksara Nifa [End]
  • ADYRA
  • SPOILEDBOY
  • TOILOVE : TAEHYUNG (COMPLETE!)
  • Because ILY [Completed]

Netta mengerjapkan kedua matanya. Mencoba mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan oleh laki-laki yang duduk di sampingnya itu. Kali ini, jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Netta menundukkan kepalanya. Menatap tangannya yang masih di genggam laki-laki itu. Perlahan namun pasti, ia melepaskannya dengan canggung. Tapi laki-laki itu malah semakin mempererat, menahan tangannya untuk lepas. "ya?" tanyanya lagi, dengan senyum manis tercetak di wajahnya, membuat matanya menyipit membentuk garis. Netta berdeham sejenak, lalu menarik nafasnya dan menghembuskannya. Ia menatap laki-laki itu lama. "kenapa? Kenapa gue?" Dalam hati ia merutuki jantungnya yang berdebar semakin kencang dan ia berharap laki-laki itu tidak mendengarnya. Otot tangannya mulai tidak berfungsi lagi, susah sekali untuk menarik tangannya lepas dari genggaman tangan laki-laki itu. Genggaman laki-laki itu sungguh membuat Netta sulit untuk berkutik. Dan sekarang otaknya jadi lambat mencerna kalimat yang di ucapkan laki-laki itu. "karena gue maunya lo" [Penggunaan karakter visual tokoh dalam cerita fiksi ini bukan dimaksudkan untuk merusak karakter asli tokoh yang digunakan, tetapi semata-mata untuk kecintaan penulis dengan sang idola] Pict from Pinterest Created by Kavilyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines