Awan Abu-Abu [END]

Awan Abu-Abu [END]

  • WpView
    Reads 1,856
  • WpVote
    Votes 460
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 2, 2021
Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni
All Rights Reserved
#277
series
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Remaja si Penikmat Senja
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Travelling Love [Selesai]
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Fix, You! (completed)
  • KEPERGIAN SENJA
  • Flat Heart
  • Semesta Bersabda // [SUDAH TERBIT]
  • Seperti Bintang ✔️(SHORT STORY)
  • SELENOPHILE

(FOLLOW DULU SEBELUM BACA) Apakah kamu percaya bahwa setiap impian akan terwujud? Bagaimana jika hal itu dipatahkan oleh sang penjahat tak terduga? Apakah kamu akan menyerah? Apakah kamu akan membiarkan mimpi dan asa itu mengambang begitu saja tanpa menemukan dermaga untuk berlabuh? "Ngapain lo disini? Jangan ganggu gue!" Nayra Senja Dikara, gadis 15 tahun yang baru saja akan menempuh dunia putih abu-abu. Khayalannya begitu indah tentang masa-masa itu. Dia berharap masa putih abu-abunya akan seindah khayalannya. Hujan dan senja, dua hal yang bisa menggambarkan seorang Nayra. Dia amat menyukai hujan dan juga penikmat keindahan senja. Dia mengira masa remajanya akan berjalan mulus. Tapi ternyata tidak, ada banyak bebatuan yang menghadang jalannya. "DASAR NGGAK TAU DIRI!!" "Hah? Apa? Nggak tau diri? Lo bilang gue nggak tau diri? Nggak salah lo?" Akankah masa putih abu-abu Nayra seindah khayalannya? Seperti apa saja rupa bebatuan yang akan menghadang jalannya? Ini hanya cerita tentang seorang gadis penikmat senja dan masa remajanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines