Prisa's Mental Journey (BWC 2020)

Prisa's Mental Journey (BWC 2020)

  • WpView
    Reads 2,292
  • WpVote
    Votes 544
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
Kepergian sang ibu yang begitu tiba-tiba, berdampak serius terhadap kondisi psikis Prisa. Setelah bertahun-tahun berhasil melalui itu, Prisa kembali tiba di titik yang sama. Boderline Personality Disorder (BDP) yang pernah Prisa derita, kembali menghalangi langkahnya. Laju kariernya terhambat dan kepercayaannya terhadap orang-orang di sekitar menurun drastis. Tapi, di saat yang sama, Tuhan mengirim Yuda untuknya. Lewat misi 'Prisa's Mental Journey' mereka mencari titik kesembuhan. Sayangnya, di saat hubungan mereka kian dekat, identitas Yuda terkuak dan kepingan terpenting dari masa lalu Prisa berhasil menghadang langkah mereka. Sekali lagi, mampukah Prisa melalui segalanya dengan baik-baik saja?
All Rights Reserved
#322
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Drowning
  • SECRET R🌹SE
  • RUANG KELABU  [TAMAT]
  • Shattered Soul
  • Run Away Imelda [END]
  • Give Me a Hand[On Going]
  • Antara Cinta Dan Takdir Semesta
  • Tarangga Untuk K;kanaya (Segera Terbit)
  • VeeNara
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines