Penantian Usang

Penantian Usang

  • WpView
    GELESEN 112
  • WpVote
    Stimmen 35
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Okt. 28, 2020
Aku Zayna Hafsha Kalimatunnisa, panggil saja Ayna. Ayah memberi namaku demikian dengan harapan agar aku dapat menjadi wanita cantik yang memiliki kepribadian sempurna, seanggun itu ternyata.Aku Ayna, tolong dicatat dan ingat. Singkat bukan? Mudah diingat sulit dilupakan hihihi. Oh ya... Aku hobi menulis, suka memasak, tak suka pembohong dan makanan gosong. Jadi, siap? 🌻🌻🌻🌻🌻🌻 Emmm... Apa ya yang kurang? Oh ya! Yang kurang adalah kalau kalian tidak mengingatku . Aku AMMAR , tolong dicatat dalam hati , diingat dalam otak , tapi jangan dicintai hehehe . Hey, apa kalian penggemar sepak bola? Jika iya , ternyata kalian diam-diam menggemariku juga . Karena aku , adalah salah satu pemainnya. Hobi ku membaca dan lari. Tapi aku tidak suka menjadi pelarian apalagi sambil lari-lari.
Alle Rechte vorbehalten
#344
ospek
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Menikah Dengan Mantan? (END)
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • BUNGKAM
  • Varrelentina
  • AYANGNA
  • Mistake Our Ineffable [Completed]
  • ARKAVERA
  • My Enemy Ayna
  • KEPERGIAN SENJA
  • ★BABY ZION★

Seorang pria berpakaian jas rapi, Zavareska Putra Andrian (Zavar), duduk di kursi kerjanya. Tatapannya tertuju pada foto seorang wanita cantik di atas mejanya. Foto itu menunjukkan Aglea Anindya Permata Putri (Anin), wanita yang tak henti dia cintai. Zavar mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh. "Anin, aku harap kita bisa bertemu lagi. Aku akan menebus kesalahanku. Kumohon kembalilah padaku," gumamnya lirih. Tiba-tiba, ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya. "Silakan masuk," ucapnya. Pintu terbuka, dan seorang wanita dengan pakaian rapi berdiri di ambang pintu. "Selamat pagi, Pak. Saya Aglea Anindya Permata Putri. Saya diutus oleh Papa saya, Bayu Bramasta, untuk menemui Bapak," ucapnya dengan suara yang gemetar. Jantung Zavar berdetak kencang. Mungkinkah ini Anin? Ia segera berbalik dan menatap wanita itu. Benar saja, itu Anin! Zavar tersenyum bahagia, namun Anin tampak terkejut dan ketakutan. "Anin, ini kamu?" tanya Zavar sambil berjalan mendekatinya. Anin mundur beberapa langkah. Matanya berkaca-kaca, penuh kebencian dan kesedihan. "Maafkan kesalahanku, Nin," Zavar memohon. Anin menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa memaafkanmu," ucapnya pelan. Ternyata, Anin tidak mengetahui bahwa Zavar adalah pria yang dijodohkan oleh ayahnya. Anin merasa dikhianati dan kecewa. Ia pun berlari keluar ruangan, meninggalkan Zavar yang terluka dan penuh penyesalan. Zavar terduduk di kursinya, hatinya terasa hancur. "Apakah aku tidak pantas mendapatkan kebahagiaan?" tanyanya pada diri sendiri. Aglea Anindya Permata Putri adalah cinta pertama dan terakhirnya. Ia tak tahu apakah dia akan pernah bisa mendapatkan cintanya kembali.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien