Forget My Husband, I'l GMM

Forget My Husband, I'l GMM

  • WpView
    Reads 1,240
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 9, 2021
~simpenan~ Saya menjadi istri dari seorang pria dengan kekasih. Kalau begitu, saya kira saya harus melindungi kesuciannya? "Kalau begitu kau bisa tidur di lantai." "Apa?" Matanya berkata dia tidak mau. Yah begitulah. Lantainya keras. Maka itu tidak dapat membantu. "Aku hanya akan memegang tanganmu dan tidur. Kamu percaya padaku, kan? " Tapi, kenapa ranjangnya rusak pada malam pertama saya dengan suami saya? * Aristine, seorang putri terkurung dari pandangan Kaisar. Padahal pada kenyataannya, dia adalah pemilik [Monarch's Sight], bisa melihat masa depan, masa lalu, dan sekarang. Dia, yang menjadi korban untuk pernikahan politik, dinikahkan dengan seorang barbar yang menakutkan ... "Hal yang paling berharga seharusnya diberikan kepada pengantinku." Tapi suaminya, yang dia persiapkan untuk keburukan, terlalu normal. Namun, dia milik orang lain. "Kalau begitu, aku akan menghasilkan uang." Dia mungkin juga menjadikan ladang emas miliknya sendiri. * Bisakah Aristine benar-benar mencapai mimpinya untuk hidup bebas di atas tumpukan uang? Atau akankah dia membunuh dua burung dengan satu batu?
All Rights Reserved
#217
husband
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Im Momma?    (END)
  • Dendam Dan Cinta
  • Disguise... [END]
  • My Broken Wife [MDS ¦ 1]✔
  • Goodbye My Love (end)
  • Hening Dalam Luka

(#Musim kedua) Aku mendapatkan sebuah kehidupan yang lebih sempurna di bandingkan para adik-adikku. Aku berhasil lulus pendidikan menengah atas, ketika para adik-adikku harus menerima kenyataan bahwa mereka telah kehilangan orangtuanya saat masih kecil. Itulah mengapa aku tidak pernah mengeluh mengambil semua tanggung jawab orangtuaku untuk membesarkan dan menyekolahkan adik-adikku. Aku memiliki banyak adik, dan itu membuat aku tidak memiliki waktu untuk mengeluhkan orangtuaku yang memilih jalan instan, yaitu bunuh diri di depan-depan kami untuk melepaskan tanggung jawab itu. Hanya saja, ketika aku merasa sudah bebas karena telah selesai menyekolahkan dan membesarkan mereka dengan baik, aku terbangun di sebuah tempat asing dengan sistim yang berbeda dengan duniaku dulu. Lalu sebuah fakta lainnya mengejutkanku, dimana aku kembali memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar, yaitu membesarkan tiga anak yang telah mengalami penyiksaan sejak mereka lahir. Di dunia baru itu, aku terkenal sebagai seorang antagonis yang gemar melakukan penyiksaan dan pelecehan terhadap ketiga anaknya, lantaran tidak mendapatkan kasih sayang dari suami yang merupakan seorang kaisar di tempat itu. Sungguh sangat kacau, ketika pikiran modrenku harus beradaptasi dengan dunia penuh kasta ini. Apakah aku berhasil merawat dan menyelamatkan ketiga anak itu, dengan asumsi aku akan kembali ke duniaku sendiri, dimana para adik-adikku sudah menunggu atau aku telah terjebak di dunia itu selamanya dan harus menerima fakta bahwa aku seorang Ibu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines