ADINDA
  • WpView
    LECTURES 2,198
  • WpVote
    Votes 992
  • WpPart
    Chapitres 43
WpMetadataReadTerminé mer., mai 12, 2021
RODA KEHIDUPAN ITU BERPUTAR" Pepatah kata itu memang benar adanya, Tidak semua kebahagiaan itu bertahan lama begitu pula dengan kesengsaraan Adinda Nia Az-Zahra seorang gadis yang berstatuskan pelajar kelas 12 IPA 1 di SMA PELITA kehidupannya di penuhi dengan lika-liku permasalahan dan penderitaan mulai dari pembulian, penghinaan, cintanya bertepuk sebelah tangan bahkan ada yang berniat hendak membunuhnya, Namun ada saat dimana hidupnya terlihat sempurna, namun apakah yang terlihat sesuai dengan yang dirasakan ??? BAGAIMANA ADINDA MELEWATI PENDERITAAN HIDUPNYA ???? APA TUJUAN DIA UNTUK TETAP BANGKIT ??? PENASARAN ??? SEMUA JAWABANNYA AKAN DIKUPAS DI PART INI DENGAN SANGAT AMAT TAJAM SETAJAM SILLET
Tous Droits Réservés
#18
adinda
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Trust
  • The Letter From Korea
  • Damira (END)
  • Falling For a Gangsta [SELESAI]
  • ZHARA NADENRA [END]✓ || Revisi
  • AKASYA
  • DAANIA (END)
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
  • HIPOTESIS
  • F A K E ? [End]
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu