DEMO
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 14, 2020
Disinilah Gadis itu sekarang, Terduduk kaku menatapi sebuah papan Nisan putih dari makam yang baru saja di tempati oleh Jasad lelaki yang paling dekat dengannya semenjak 4 tahun yang lalu. Matanya tak lagi menangis, tak juga lagi berteriak histeris sejak beberapa waktu yang lalu. Dia lelah, dia hampa, berbalik merutuki dirinya sendiri yang seakan tak bisa berbuat apa-apa. "Aku udah bilang ke kamu Rev... jangan pergi, tapi kenapa kamu masih pergi?Mana janji kamu?" Ucapnya lemas di iringi Isak tangis yang kembali pecah. Memorinya memutar kembali saat-saat ketika seharusnya dia meraih tangan Arev dan mengajaknya pulang, sehingga tunangannya itu tidak akan jadi ikut Demo. tapi langkahnya tertahan, ketika di depan matanya terbaring lemas Seorang Laki-laki muda lainnya yang menjadi korban keganasan suasana Demo. Saat itu dia dihadapkan pada suatu pilihan, antara menyelamatkan Tunangannya atau menyelamatkan Orang lain yang bahkan ia tak pernah temui sebelumnya. Dan Pilihannya jatuh pada hal yang membuat sekarang seorang terdekatnya harus tertidur tak bernyawa di dalam Liang kubur.
All Rights Reserved
#100
devan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teman Lama (Empat)
  • AKSARA LARA(END)
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • DUNIA FLORA
  • sraddah (on going)
  • GHZZELL Lion Aracelly
  • FALLING IN LOVE

~ini lanjutan cerita ~MISI PELENGKAP sudah lama Rizka nantikan momen ini, pulang kampung dan berlibur sepuas yang dia mau, tapi. "HAH?! KUMPUL AKADEMI, HANCUR SUDAH LIBURAN GUE!!!!" teriak Rizka histeris Dia tidak perduli dengan pandangan orang disekitar yang penting sekarang dia bisa melampiaskan kekesalannya. Saat Rizka tiba diluar bandara sudah ada seorang mentor yang menjemput dia, dengan wajah masamnya Rizka ikut keakademi tempat dia dulu. "Apa kabar, Rizka?" Sapa seorang wanita saat Rizka tiba di akademi "Baik, ejen ayu" jawab Rizka "Waaah, lama gak kelihatan, makin cantik ya kamu, udah punya pacar belum?" Ucap seorang pria sambil merangkul bahu Rizka "Belum, ejen Alif, saya kan kesana pelatihan ejen bukan cari jodoh" jawab Rizka sambil menyikut ejen Alif "Khu.. iya juga ya" ucap ejen Alif meringis kesakitan dan melepas rangkulannya "Ayo masuk, udah ada teman kamu yang nunggu" ajak ejen ayu "Teman" gumam Rizka Dengan dipandu oleh kedua mentor cabang 3, Rizka bergabung keruang utama, dan saat masuk Rizka bukan hanya terkejut wajah dia juga menunjukkan kekesalan dan kekecewaan yang luar biasa. "Ini teman yang ejen ayu maksud" ucap Rizka datar ~ Dipastikan cerita yang ini bakal lama update nya, jadi mohon dimengerti karena author masih memikirkan alur ceritanya 🙏

More details
WpActionLinkContent Guidelines