DEMO
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 14, 2020
Disinilah Gadis itu sekarang, Terduduk kaku menatapi sebuah papan Nisan putih dari makam yang baru saja di tempati oleh Jasad lelaki yang paling dekat dengannya semenjak 4 tahun yang lalu. Matanya tak lagi menangis, tak juga lagi berteriak histeris sejak beberapa waktu yang lalu. Dia lelah, dia hampa, berbalik merutuki dirinya sendiri yang seakan tak bisa berbuat apa-apa. "Aku udah bilang ke kamu Rev... jangan pergi, tapi kenapa kamu masih pergi?Mana janji kamu?" Ucapnya lemas di iringi Isak tangis yang kembali pecah. Memorinya memutar kembali saat-saat ketika seharusnya dia meraih tangan Arev dan mengajaknya pulang, sehingga tunangannya itu tidak akan jadi ikut Demo. tapi langkahnya tertahan, ketika di depan matanya terbaring lemas Seorang Laki-laki muda lainnya yang menjadi korban keganasan suasana Demo. Saat itu dia dihadapkan pada suatu pilihan, antara menyelamatkan Tunangannya atau menyelamatkan Orang lain yang bahkan ia tak pernah temui sebelumnya. Dan Pilihannya jatuh pada hal yang membuat sekarang seorang terdekatnya harus tertidur tak bernyawa di dalam Liang kubur.
All Rights Reserved
#384
kamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEKACI
  • BECAUSE NOONA
  • Teman Lama (Empat)
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • GHZZELL Lion Aracelly
  • sraddah (on going)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
DEKACI

SINOPSIS " Aku tahu mas, nama kamu bukan Deka seperti yang aku kenal, kamu adalah Dika yang terkenal dipesantren sebagai santri pujaan banyak santri putri dan sekarang selamat atas pertunangan mas dengan Mbak Nabila, dia perempuan salehah seorang hafidzah, sangat cocok jika bersanding denganmu." Tukas Nissa dengan tegar dan kuat, meskipun sesungguhnya dia sangat terluka jika berhadapan kembali dengan Dika. Perjuangan Nissa masih panjang dan tidak ada waktu baginya mengenang masa lalu berlarut - larut. Sudah saatnya dia membuka lembaran baru yang lebih baik dan bisa lebih bermanfaat kedepannya. " Kamu benar Mud, aku memang pantasnya bersanding dengan Nabila dan bukan dengan gadis yang sangat aku cintai, sekarang dia adalah orang yang hebat, sedangkan aku ini siapa?" jawaban yang membuat hati Nissa rasanya perih dan teriris. " Bukan aku yang meninggalkanmu Ka, tapi kamulah yang pergi dengan tiba - tiba dari hidupku. Satu hal yang sampai sekarang masih menyisakan luka pedih dan sulit untuk aku sembuhkan." Batin Nissa, matanya pun kini mulai berkaca - kaca menahan air mata yang akan menetes. Malam itu pun berubah menjadi luka bagi Cimud dan juga Deka. Setelah lama mereka tidak berjumpa, Cimud harus menerima kenyataan jika Deka, sahabat yang sangat ia cintai akan menikah dengan orang lain. Sedangkan Deka harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia ucapkan kepada Romo Yai untuk menikahi keponakan beliau yaitu Nabila. Dilema dalam hati Dika semakin menjadi begitu Ia menyadari jika dalam hatinya hanya ada Nissa yang senantiasa bersemayam di dalamnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines