ad initium

ad initium

  • WpView
    Reads 104,657
  • WpVote
    Votes 12,665
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2024
Nina tertimpa kesialan bertubi-tubi: dari bangun telat sehingga terlambat masuk kelas saat ujian; harus menaiki tangga menuju lantai empat alih-alih menggunakan lift; kehabisan nasi rempah kesukaannya di kantin fakultas sebelah; dan nasib paling sial: terlempar ke daerah antah berantah di tahun 1913. Di tengah kelinglungannya, ia bertemu dengan jaksa setempat yang merupakan orang Belanda totok. Kini, Nina harus bertahan hidup di masa kolonial Belanda dengan suaka dari jaksa yang menemukan dirinya. #1 in Kompeni (27 April 2022) #1 in FiksiSejarah (23 April 2022) #1 in HistoricalFiction (19 April 2022) #1 in Indonesia (19 Januari 2022) #1 in Belanda (2 Januari 2023)
All Rights Reserved
#14
pribumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BataviLove
  • 𝐀𝐤𝐮 (bukan) 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐲𝐚𝐢  [END]
  • KARSA ✔
  • Wiyata Saujana
  • AKHIR PERMULAAN [SELESAI]
  • Knielen
  • " OLD BODY NEW SOUL "
  • BLOODSSOM : Blood & Blossom
  • Gundik

🚫DILARANG KERAS MENJIPLAK KARYA KAMI!!! NEKAT MELANGGAR, AKAN KAMI KASUSKAN KE POLISI!!! KAMI TIDAK SEGAN-SEGAN MEMBAWA KE JALUR HUKUM!!! Cerita dibuat oleh 4 penulis: @nafla080803 @dhiladhsan @pipit_vie @coklatastor 🎖Rank 1 in Merdeka (25 November 2020) 🎖Rank 1 in Penjajah (25 November 2020) 🎖Rank 1 in Pahlawan (19 Januari 2021) 🎖Rank 1 in Batavia (17 Januari 2021) 🎖Rank 7 in Sejarah (22 Februari 2021) 🎖Rank 59 in Time Travel (2 Februari 2021) 🎖Rank 65 in Indonesia (25 Juli 2021) Empat orang wanita yang memiliki latar kehidupan berbeda, di temukan dalam satu tempat. Sepucuk undangan misterius, menuntun mereka berempat ke sebuah rumah kuno bergaya arsitektur Belanda. Terheran-heran mereka, lantaran masing-masing undangan yang mereka terima memiliki maksud berbeda. Seorang pria tua memberikan mereka minuman sebagai bentuk penyambutan. Sebenarnya mereka enggan untuk mengambil. Terlebih raut wajah pria tua itu terlihat menyeramkan. Namun karena tidak ingin menyinggung perasaan pria tua itu, mereka pun menerima. Ragu-ragu empat wanita itu meminum minuman yang diberikan pria tua tadi. Meneguk sekali, pusing tiba-tiba menyergap mereka. Seketika empat wanita itu jatuh pingsan. Ketika mereka terbangun, dunia luar berubah drastis. Mereka menyaksikan banyak kericuhan, pemaksaan, dan teror yang dilakukan oleh sekelompok orang bermata sipit. Sekelompok orang itu berteriak menggunakan bahasa Jepang fasih. "Ini pada kenapa, dah? Kok ricuh begini? Omnibuslaw di revisi lagi yak?" "Allahukareemm! Santuy dong, elahh! Super pel gua luber nih, liat!" "Woi, rame amat! Gak ada yang mau mutualan apa?" "Omamamay... Liat uy liat! Tadi ada Mas-mas lewat, ganteng bangeett!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines