Bulan Dan Malam [on going]

Bulan Dan Malam [on going]

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 16, 2020
"terimakasih telah menerangi hari hari ku" • • • SMA Culture Technology kedatangan mahasiswa baru bernama Malam yang bersifat cuek,dingin,inceran kaum hawa,nakal badboy,cool.Tapi jika dia sudah menemukan perempuan yang menurut nya cocok,sifatnya akan berubah drastis 180°, tetapi hanya ke perempuan itu dan teman temannya.Malam melihat sesosok perempuan sangat cantik bernama Bulan,yang juga mempunyai sifat cuek dan inceran kaum adam.Bahkan sifat cuek nya itu bisa membuat kaum adam mundur.Malam merasa Bulan merupakan perempuan yang bisa mengubah sifatnya yang nakal itu karena ada alasan.Apakah Bulan dan Malam adalah sebuah takdir yang di kirimkan tuhan? apakah sudah saat nya Malam jatuh cinta kembali? Ya,malam terakhir jatuh cinta pada 5thn yang lalu. Cover background by : Society6 (on pinterest) ©meisyaaaz
All Rights Reserved
#368
mahasiswi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Because I'm Stupid (End)
  • Antara Bulan dan Bintang
  • AMOUR DESTIN | not my destiny ( the end )
  • Epilog Tanpa Prolog
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • ALETHA ( Completed )
  • My Cold Boyfriend
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines