Crazy Girl

Crazy Girl

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Bener bener gila tuh cewe." "Kayanya dia juga kesiangan deh." "Wahh kayanya lo mau modus ya? Gak. Gue gak mau." "Ge-er banget lo, dasar cewe gila." "Ga akan!! Gue gak akan dan gak sudi pacaran sama cowo nyebelin kaya dia." "Gue suka sama lo." "Mungkin ini jalan terbaik." "Apa aku masih mencintainya?" "Mungkin rasa itu masih tetap sama." "Ternyata dia sudah mulai melupakan ku." -Ini kisah tentang seorang gadis SMA bernama Tissa. -Ia seorang gadis cantik namun cerewet dan galaknya minta ampun. -Sebenarnya susah untuk bisa mendapatkan hati seorang Tissa Maharani Anggara -Namun, ada seorang laki laki yang akan terus membuatnya kesal sekaligus makin membuatnya jatuh cinta pada laki laki itu. -Apakah mungkin ketika kita sudah berpisah, rasa cinta itu masih ada dan tetap sama takarannya? -Mungkin jika tuhan mengizinkan mereka bersatu pasti semuanya akan di permudah -Namun entah bagaimana akhir dari kisah cinta mereka Untuk itu langsung saja kita baca ceritanya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • DANADYAKSA
  • Arsyilazka
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Jodohku
  • Tokoh Utama
  • dimana janji tersebut
  • ARKAN |END| Belum Revisi
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines