Love not for me

Love not for me

  • WpView
    Leituras 289
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, nov 10, 2020
WpInfo
Não Ficção
" Hi aku baeki,umur aku 22 tahun aku adalah wanita yang cantik dan kaya, meskipun agak cengeng aku bahagia dengan hidupku. tapi di balik kebahagiaanku ada sejuta harapan Aku ingin bahagia dengan tidak ada beban dalam diriku. Hari ini dokter memvonisku bahwa aku tak bisa hidup lebih lama lagi aku hanya dapat bertahan selama setahun, Aku mempunyai menyakit dalam diriku yang membuatku susah untuk bernafas aku harus minum obat berulang kali untuk bisa mengatasinya. Dan ya tentu orang tuaku syok dan sangat sedih itu sebabnya mereka membuat segala sesuatu yang orang sehat lain rasakan agar aku juga dapat merasakannya, menikah punya suami dan mempunyai anak. Dan aku harus setuju dengan keputusan itu menikah diumur 22 tahun itu tidak menjadi masalah bagiku ku. Yang ada dalam benakku hanya supaya nanti ada yang bisa menemani kedua orang tuaku " Ayahku memiliki sahabat karib, dia mempunyai anak laki laki bernama "Kai" dan ya anak nya itu di jodohkan denganku. awalnya aku berat untuk menerimanya tapi ketika aku melihatnya jantung ku tak berhenti berdetak dia sangat tampan hemm matanya, hidungnya, pipinya bahkan bibirnya membuatku hanyut padanya. Aku merasa bahwa aku telah jatuh cinta padanya "
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Home (Completed) (Repost)
  • Janda dua anak itu, Pacarku!
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • Eysha Love Story'
  • Embun Pagi
  • Suka Dibalik Lara
  • My Diary
  • philopobhia
  • ALA
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH

"Siapa barusan? Kok enggak disuruh masuk dulu?" ayah kini mengalihkan fokusnya padaku. "Teman Yah. Tadinya mau turun tapi aku bilang gak usah, gak enak udah malem," kataku lalu berjalan meninggalkan ayah. "Harusnya suruh masuk dulu, biar ayah tahu kamu berteman sama siapa?" katanya lagi. Aku memutar mataku jengah. Lalu berbalik menghadap ayah. Lalu berjalan mendekatinya. Menggelayutkan tanganku di tangan kekar laki-laki paruh baya yang selalu merasa khawatir padaku, seakan-akan aku ini masih gadis kecilnya. Satu hal yang ayah lupa aku kini sudah berusia 26 tahun dan aku sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Ayah, dia itu bukan siapa-siapa! Ayah gak usah khawatir kakak udah 24 dan bisa jaga diri," kataku sambil menggiring ayah masuk ke dalam rumah. Kudengar ayah menghela nafasnya, "Kamu itu permata ayah satu-satunya, harus benar-benar ayah jaga, karena ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri jika sesuatu terjadi sama kamu," katanya. Aku mengelus lengan ayah, "Ayah gak usah khawatir! Kakak gak akan buat ayah kecewa," kataku lalu masuk ke dalam rumah. Ayah kemudian melepaskan lenganku yang menggamit menutup pintu depan dan memastikannya agar terkunci rapat.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo