The Dream

The Dream

  • WpView
    Reads 678
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 20, 2020
Terbangun dari kasur, tetapi selalu habis bermimpi buruk. Tentu sangat tidak mengenakkan bukan? Itu yang setiap hari di alaminya. Bahkan hampir setiap hari dia menangis setelah tersadar dari mimpinya. Namun siapa sangka jika semua mimpi itu terjadi satu persatu. Sejak kecil, semua mimpi yang dia alami akan terus terjadi baik itu kejadian baik atau buruk. Sampai pada akhirnya dia muak dengan semua mimpi yang dia alami. Meski sudah berkali-kali mencari alasan di balik mimpinya, berkali pula dia gagal. Namun hari ini tidak. Ketika sedang serius, mencari tahu. Ia harus menerima kenyataan pahit dibalik kematian kedua orangtuanya akibat terlalu dalam menyusuri semua mimpinya. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk mengeduk kembali lebih dalam. Namun nahas. Setelah sepenuhnya menerima kenyataan dan menyimpulkan satu hal, satu mimpi yang selama ini dia mimpikan sejak kecil, yakni mimpi terburuk yang pernah ia rasakan, akhirnya terjadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Underneath the Stars
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • FOR A KINDER WORLD
  • B.L [15+ Yaoi/BL Lokal] ✔
  • Untukmu , biar aku yang berhenti .
  • Between You and Us
  • [BL] Pria Kecil Di Bawah Payung

Drew Olson tidak punya teman. Ia bukannya antisosial. Ia cuma merasa tidak pantas berada di lingkaran mana pun karena sementara orang lain punya banyak hal yang bisa dibagi, semua yang ia punya hanyalah mimpi-mimpi buruk. Ketika Drew memutuskan untuk pergi ke sekolah asrama Walters (untuk memperbaiki kehidupan sosialnya yang mengenaskan), ia tidak mengira akan bertemu dengan Noah Mitchell yang menurutnya sedikit terlalu optimistis. Noah mengajak Drew untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda. Noah juga memberinya pelajaran berharga: bahwa menjadi bahagia adalah pilihan. Namun, saat Drew mulai memilih untuk bahagia, ketakutan terbesarnya sekonyong-konyong merapat dan menghantuinya. Mimpi buruknya datang bahkan saat ia terbangun. Dunianya perlahan-lahan tenggelam ketika orang-orang mulai menyadari luka apa yang ia coba sembunyikan selama ini. Dan sementara ia tenggelam semakin dalam, Drew mulai bertanya-tanya, akankah ia merasa bahagia lagi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines