Story cover for Remember Us by ideaFina
Remember Us
  • WpView
    MGA BUMASA 8,006,610
  • WpVote
    Mga Boto 315,502
  • WpPart
    Mga Parte 45
  • WpView
    MGA BUMASA 8,006,610
  • WpVote
    Mga Boto 315,502
  • WpPart
    Mga Parte 45
Kumpleto, Unang na-publish Oct 05, 2014
Randi tidak bisa mempercayai penglihatannya saat ini.

Perempuan yang 8 tahun lalu sempat menjadi pacarnya selama tiga hari sebelum ia pergi ke luar negeri, yang tidak bisa dihubunginya sama sekali, dan yang dicari-carinya setengah mati. Kini ia menemukannya!

Tapi... kenapa perempuan itu menggandeng seorang anak laki-laki yang begitu mirip dengannya? 

Versi mini dirinya?

"Cherisha!"

"Kamu siapa? Apa kita saling mengenal?"

Kenapa Cherisha sama sekali tidak mengenalnya?
***

DITERBITKAN
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Remember Us to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
GERBONG KERETA, CERITA KITA✔ ni Farissa_Wang
22 parte Kumpleto
Dia kelaparan, kedinginan, tanpa seorangpun di sisinya. Dia Chris---pemuda 24 tahun yang kehilangan segalanya kecuali nyawa dan sehelai baju yang melekat di badan. Pengeboman itu, menghancurkan hidupnya, masa depannya yang terancang apik di depan mata. Hingga langkahnya yang letih membawanya menaiki sebuah gerbong kereta tua yang akan membawa penumpangnya menuju pinggiran kota---tempat orang buangan berada. Ke sana lah, tujuan Chris satu-satunya. Mendudukkan diri di kursi kereta yang dingin, Chris meremas perutnya yang lapar. Ia belum makan sejak kemarin. Ia berusaha menahannya, seperti yang biasa ia lakukan, tapi gagal tatkala sepotong roti nyaris berjamur tersodor didepannya. "Ambillah. Kau pasti lapar," Seorang gadis dengan pakaian kasual cukup lusuh, menatapnya kasihan. Chris ingin menolak, namun perutnya yang kembali berbunyi enggan berkompromi. Dengan ragu dan juga malu, Chris menyambutnya. "Terimakasih," "Terimakasih nya lain kali saja. Yang terpenting sekarang adalah melarikan diri dari tanah Jahannam ini," Tanpa izin, si gadis telah mendudukkan diri di bangku bersebelahan dengan Chris yang kini tengah menyuapi diri dengan agak rakus. "Pelan-pelan saja makannya, tidak ada yang ingin mengambilnya darimu," Ia terkekeh kecil. Chris tertegun malu, lalu melambatkan kunyahan nya yang bisa dibilang tergesa, "Maaf," "Kenapa meminta maaf?" Ia berujar lembut. "Omong-omong, kita belum berkenalan. Aku Hazel, dan kau?" Spontan Chris berhenti makan. Tidak, ia tidak terkejut dengan uluran tangan si gadis yang mengajaknya bersalaman, melainkan karena pertama kalinya ada orang yang mau mengenalnya lagi setelah selama ini ia dibuang, dikucilkan, dimaki. Chris menatapnya lamat, meragu sejenak. Akankah Chris meraih uluran tangannya? Sebuah kisah sepasang insan manusia yang saling menemukan 'sungai' di kedua pelupuk netra, berlatarkan tahun 1870, San Fransisco, California. ----{GERBONG KERETA, CERITA KITA}----
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
GERBONG KERETA, CERITA KITA✔ cover
Echo of desire  (Rorasa) THE END. cover
Am I Pregnant?  cover
The Unmatch Fiancé [END] cover
God Don't Make Mistake   cover
DikaRanggi cover
Oriana's Wedding Diary (Akan Tersedia Di Gramedia 8 Mei 2017) cover
Blurred Lines cover
Be Mine, FOREVER cover

GERBONG KERETA, CERITA KITA✔

22 parte Kumpleto

Dia kelaparan, kedinginan, tanpa seorangpun di sisinya. Dia Chris---pemuda 24 tahun yang kehilangan segalanya kecuali nyawa dan sehelai baju yang melekat di badan. Pengeboman itu, menghancurkan hidupnya, masa depannya yang terancang apik di depan mata. Hingga langkahnya yang letih membawanya menaiki sebuah gerbong kereta tua yang akan membawa penumpangnya menuju pinggiran kota---tempat orang buangan berada. Ke sana lah, tujuan Chris satu-satunya. Mendudukkan diri di kursi kereta yang dingin, Chris meremas perutnya yang lapar. Ia belum makan sejak kemarin. Ia berusaha menahannya, seperti yang biasa ia lakukan, tapi gagal tatkala sepotong roti nyaris berjamur tersodor didepannya. "Ambillah. Kau pasti lapar," Seorang gadis dengan pakaian kasual cukup lusuh, menatapnya kasihan. Chris ingin menolak, namun perutnya yang kembali berbunyi enggan berkompromi. Dengan ragu dan juga malu, Chris menyambutnya. "Terimakasih," "Terimakasih nya lain kali saja. Yang terpenting sekarang adalah melarikan diri dari tanah Jahannam ini," Tanpa izin, si gadis telah mendudukkan diri di bangku bersebelahan dengan Chris yang kini tengah menyuapi diri dengan agak rakus. "Pelan-pelan saja makannya, tidak ada yang ingin mengambilnya darimu," Ia terkekeh kecil. Chris tertegun malu, lalu melambatkan kunyahan nya yang bisa dibilang tergesa, "Maaf," "Kenapa meminta maaf?" Ia berujar lembut. "Omong-omong, kita belum berkenalan. Aku Hazel, dan kau?" Spontan Chris berhenti makan. Tidak, ia tidak terkejut dengan uluran tangan si gadis yang mengajaknya bersalaman, melainkan karena pertama kalinya ada orang yang mau mengenalnya lagi setelah selama ini ia dibuang, dikucilkan, dimaki. Chris menatapnya lamat, meragu sejenak. Akankah Chris meraih uluran tangannya? Sebuah kisah sepasang insan manusia yang saling menemukan 'sungai' di kedua pelupuk netra, berlatarkan tahun 1870, San Fransisco, California. ----{GERBONG KERETA, CERITA KITA}----