We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Past
  • WpView
    Reads 1,313,562
  • WpVote
    Votes 63,225
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"AKU BILANG AKU TIDAK MENYUKAIMU! Berhenti mengganggu Amy!" Bocah lelaki berusia sekitar 8 tahun terdengar membentak kasar pada seorang gadis kecil yang hampir seumurannya. Gadis itu tidak henti-hentinya terisak menatap sang pujaan yang sedang melindungi gadis lain dibelakang tubuh. "Ta- tapi.. dia dulua-" Keira tergugu menatap mereka. "Jika kamu masih mengganggu Amy, aku akan melaporkanmu pada bibi Britney." Ancamnya. "Besok Keira akan pindah." Namun saat itu, ia justru membuncah bahagia. Belum mengetahui hal apa yang akan menimpa dirinya setelah kepergian Keira. ___ 15 tahun terlewat, Keira pada akhirnya kembali ketempat ini. Tempat masa kecil bahagianya terlewati. Sekaligus tempat dimana cinta monyet pertama ia dapatkan. Dia terkikik pelan, mengingat betapa memalukannya ia dulu. Mengejar seorang bocah lelaki yang sama sekali tidak menyukainya. Keira justru jelas hanya menjadikan itu sebagai kenangan manis nan menggemaskan. Tentu saja tidak ada lagi perasaan bagi Keira untuk menyukai seseorang dimasa lalu. Sampai setengah bulan menetap kembali di Kota N, Keira diajak oleh Yasmin, sahabat Keira dari sejak balita, untuk ikut dalam acara reuni. Dan sejak hari itu pula, berbagai kejadian aneh datang menimpa Keira. Mulai dari banyaknya hadiah mahal yang berdatangan tanpa tanda pengirim, seluruh kegiatan Keira yang terasa seperti sedang diawasi oleh sosok lain, bahkan sampai entah kebetulan atau tidak, Keira dipindahkan untuk bekerja dalam perusahaan orang itu. Orang yang setia menatap tajam pada Keira sejak awal dirinya masuk kedalam Ballroom. Cinta pertama dari seorang Keira Cardenas. Veron Maxwell. - MATURE CONTENT 21+ BUKAN BACAAN UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR Cerita ini murni pekerjaan sendiri dan hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan sama sekali. Keseluruhan hak cipta dimiliki oleh ©Lauraaamira
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salvadore's Vow
  • Blame The Silence (END)
  • Ellard Dark Story
  • The Price of Obedience
  • WIN-LOSE SOLUTION ✔
  • Perverter FRIGID [Girls Knight #3]
  • The Devil Prince ✓ [#2 JEFFREY]
  • My Sugar Daddy(END)
  • OSAKA  BREAK (COMPLETED)

"Berhenti menatapku begitu! And get me some wine, Dami!" titah Sheina dengan angkuh sambil melirik sosok seksi di hadapannya. "Kau yakin hanya ingin aku mengambilnya? Or do you want me to pour it straight from my mouth to yours?" goda Damian, membuat Sheina langsung menggigit bibir bawahnya. o0o Sheina tak menyangka kembalinya Damian dalam hidupnya mampu membuat dia menggeram sepanjang hari. Pewaris tunggal D'Angelo juga sebagai pemilik saham perusahaan wine terbesar di Italia itu terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan hanya dengan jentikan jari. Namun, semenjak ada Damian-yang sialnya begitu seksi-membuat Sheina harus berteriak hanya untuk mendapatkan segelas wine. Masalahnya, bukan hanya menyulitkan Sheina dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari. Damian juga gemar menyulitkan dia dalam hal mengontrol detak jantungnya, apalagi ketika mata Damian menatap sorot tajam Sheina dari jarak dekat. Pertemuan pandang itu pun membuka kembali kenangan masa lalu mereka yang sempat berakhir menyakitkan, sekaligus mengingatkan Sheina tentang tragedi mengerikan sehingga ia mengalami trauma sampai detik ini. Sanggupkah Sheina menyembunyikan suara degup jantung dan traumanya dari Damian? Atau justru Damianlah yang harus berhenti menebar pesona dan mencari tahu rahasia apa yang disimpan Sheina selama 6 tahun tak bertemu? o0o PS : Mohon maaf jika penulisan kurang rapi, tapi semoga kalian bisa memahaminya. Selamat membaca

More details
WpActionLinkContent Guidelines