We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KINESYA (On Going)

KINESYA (On Going)

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Follow dulu yak:) kan gratiss>.< K I A - sebuah ujung - "Tungguin aja sampe janur kuning melengkung, kalo ga melengkung ya berarti gajadi" jawabnya dengan tenang Kia memalingkan tatapanya ke wajah dingin orang di sampingnya itu "Kamu itu masih sama ya Da, dingin dan simpel, meskipun aku nggak pernah tau asli perasaanmu gimana. Lalu, kamu nggak usaha apapun?" "Untuk apa Ki? Untuk sebuah hal yang belum pasti menjadi milik? Untuk orang yang menyatakan menyerah dan mundur terlebih dahulu dari semua ini. Setelah itu, rasaku dia baik-baik saja meskipun sendiri, begitupun aku, untuk apa aku berusaha. Lagi pula sejak kuliah kapan kamu bisa percaya sama aku, lagi? Enggak!" Sebuah kata yang diyakini akan menjadi milik selamanya ternyata salah, "teman". Keduanya hanya tercekat pada kata itu, berharao semua berjalan semstinya, meskipun keduanya yakin bukan ujung ini yang diharapkan oleh ruang kecil bernama rasa.
All Rights Reserved
#791
seni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • THE CLIMB [Completed]
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • DERSIK
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Segitiga [END]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • SELESAI (Say Goodbye)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines