NuZel
  • WpView
    LECTURI 1,026
  • WpVote
    Voturi 129
  • WpPart
    Capitole 6
WpMetadataReadComplet mar, mar 23, 2021
"Nuel! Gua suka sama lo!" Nuel mendengus lalu berbalik menatap hazel. "Gua gasuka sama lo. Menjauh dari kehidupan gua. Gua benci sama lo!" Dan keinginan nuel terkabul. Hazel tidak mendekatinya lagi. Hazel menjaga jarak dengannya. Hazel menjauh. Hilangnya sosok hazel dari hidup nuel justru membuat cowok itu uring uringan. Apalagi melihat hazel yang sekarang dekat dengan seka. Ketua OSIS sma Starfight "Lepasin tangan gua" hazel meronta keras saat dirinya ditarik paksa oleh nuel ke belakang sekolah. "Bisa diem gak?" Kata cowok dingin itu yang nadanya sekarang terkesan sok dingin. Baru saja hazel ingin melangkahkan kakinya kembali ke gedung sekolah. Tapi kedua tangan nuel mengurung hazel ke dinding. "Jangan deket deket sama seka." "Kenapa?" Tanya hazel sembari menundukkan kepalanya. Karena wajah nuel yang sangat dekat dengan wajahnya. "Pokoknya jangan dekat sama dia!" "Terserah gua dong mau dekat atau nggak sama kak seka." Hazel memberanikan diri mengangkat kepalanya. "Lo. Jangan. Ikut. Campur." Lanjutnya memberi penekanan di setiap kata. "Lo ga denger gua bilang apa?" Iris hitam nuel menatap mata hazel tajam. "LO JUGA GA DENGER GUA BILANG APA? LO ITU BUKAN SIAPA SIA-mmpphhh" ucapan hazel terpotong oleh ciuman tiba tiba dari nuel. Lagi... dan lagi... hazel jatuh kembali pada cowok di depannya ini. "Jangan dekat sama seka atau cowok manapun." Tegas nuel setelah melepaskan bibir hazel. Hazel hanya diam. "Lo itu punya gua hazel." -- Slow update
Toate drepturile rezervate
#25
jealous
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut