Mortal enemy

Mortal enemy

  • WpView
    Reads 4,226
  • WpVote
    Votes 307
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
Di sini akan menceritakan betapa rumitnya kisah hidup seorang gadis cantik nan tegar. Clara Indira Adihandoko, seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan. Tapi Clara tidak mendapat kasih sayang dan kehangatan di keluarganya. Clara hanya mendapat rasa benci dari ibunya dan tidak di perdulikan oleh ayahnya. Clara juga mempunyai banyak teman seper-gengannya. Clara dan teman dekatnya membangun sebuah geng motor yang di beri nama War Wolf. Geng itu di pimpin oleh Bramantya. Banyak sekali orang yang ingin masuk ke geng tersebut, hingga dalam sekejap geng itu menjadi geng besar. Surya Lion sebagai geng yang sudah lama berdiri merasa tersaingi. Hingga permusuhan antara dua geng itu terjadi. Kehidupan Clara selama ini berjalan masih lancar walau sesekali ada halangan. Hingga kedatangan sosok pria sangat menyebalkan bagi Clara, membuat kehidupannya semakin rumit Di mulai: 20 okt 2020 REVISI :
All Rights Reserved
#2
mostwented
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines