Please, Stay With Me!

Please, Stay With Me!

  • WpView
    Reads 6,807
  • WpVote
    Votes 1,111
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Enemies to Lovers
Bad Boy
Happy Ending
_______________________ Perubahan Lingga terlihat jelas setelah kepergian Ayna sejak ia mengakhiri hubungan mereka. Cowok itu merasa kosong dan hampa. Dia tidak ingin mengakuinya, bahwa dia terlambat memahami perasaannya. Sikapnya menjadi lebih dingin serta sangat acuh terhadap lingkungan sekitar. Lingga juga menjadi pribadi yang emosional yang sulit mengontrol emosinya, masalah kecil saja tak segan Lingga untuk bermain tangan. Seakan yang di pikiran cowok itu semua masalah dapat diselesaikan hanya dengan kekerasan. Lingga yang tadinya memang ditakuti siswa siswi di sekolah semakin ditakuti saja, bahkan ada yang memilih putar balik saat akan berpapasan dengan cowok itu. Wajah datarnya selalu menatap lawannya tajam. Hingga suatu hari dimana tatapan setajam elang itu melunak saat melihat kembali kehadiran Ayna. Namun jantungnya bagaikan ditusuk beribu pedang kala gadis itu menatapnya asing, seolah mereka tidak pernah mengenal satu sama lain. Gadis itu kembali dengan orang yang sama tapi sifat yang berbeda. Bahkan Ayna merubah penampilannya. Sial. Gadisnya itu semakin menawan. ________________ Cerita ini MURNI hasil pikiranku sendiri Jika ada kesamaan nama, latar, atau apapun itu sebuah tidak sengaja/kebetulan. Typo tandai yaa... Pict yang ada di cerita ini dari pinterest
All Rights Reserved
#9
putihabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • GIFA
  • Sun! -orine
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Setapak Semara Ayra
  • Let Me Love You Longer

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines