Menulis
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 14, 2022
Aku hanya ingin menulis. Pertama yang ingin kutulis adalah tentang perjalanan hidupku di masa lalu, akan kuceritakan segala kisah pahit, manis, asin, asam. Akan kuceritakan bagaimana perjalanan hidupku yang penuh kerikil dan liku, hingga aku bisa bertahan sampai kini. Lalu setelah kuceritakan kisah tentang perjalananku aku berjanji akan benar-benar menjadikannya masalalu untuk dijadikan pelajaran yang berharga dalam hidupku. Lalu setelahnya aku akan mulai menulis cerita baru, kisah baru tentang perjalananku. Jika tidak bisa semua orang membacanya, cukuplah kusimpan untuk kubaca di hari senjaku. Mengapa tidak bukan? semua orang bisa menulis, semua bisa menulis! Hanya butuh yakin, percaya diri, belajar yang tiada henti, semangat dan pantang menyerah. Untuk diriku sendiri : menulislah meskipun hanya engkau yang akan membaca kisahmu sendiri. Menyenangkan bukan, suatu hari nanti bisa membaca cerita hidup kita sendiri. Palembang, 25 Feb 2019
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perjalanan Cintaku...
  • [ E N D ] Pengalih Perhatian
  • Almost.
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Tentang Kamu [Completed]
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • pengendali hati
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • PROSA
  • Diksi Dalam Sepi

Lika liku perjalanan hidup memang tidak ada yang tau, dan setiap perjalanan pasti kita menemukan jenis orang yang berbeda-beda. Seseorang hadir di kehidupan kita, ada yang singgah menjadi pelajaran hidup dan ada yang singgah lalu menetap, lalu di katakan itu lah teman hidup. Siapa yang tau, akan seperti apa, siapa dan bagaimana pasangan hidup kita. Itu semua sudah di atur oleh Tuhan yang Maha kuasa. Tidak ada manusia yang tak pernah berharap lalu dipatahkan oleh harapannya karna iya lupa bahwa sebaik-baiknya tempat berharap itu hanya kepada tuhan. Berdoa lah dan berharap lah kepada Tuhan jika tidak ingin merasakan sakitnya kekecewaan. ya... aku pernah merasakan itu, kebahagiaan yang hanya sementara. ketika itu aku saat bahagia dengan hadirnya seseorang yang membuat hari ku lebih berwarna. sampai-sampai aku lupa bahwa kebahagiaan didunia ini tidak ada yang abadi. dan pada akhirnya datang lah kekecewaan itu kepadaku , yang membuat hari ku seketika berubah menjadi keterpurukan. ya... aku sadar itu salah ku karna terlalu bergantung dan menaruh harapan yang sangat besar kepada manusia. seperti sebuah tamparan yang tak ada obat nya saat itu. sakit? ya... sakit sekali. dari situlah aq mulai di sadarkan bahwa berharap kepada manusia itu hanyalah awal dari kekecewaan . libatkan lah Tuhan mu dalam hal apa pun maka kamu tidak akan di kecewakan. hingga beberapa bulan aku mulai bangkit dan memulai kisah baru dengan lebih berhati-hati dalam menaruh hati. Kisah ini adalah pengalaman hidup ku yang ingin aku bagikan lewat tulisan ku agar semua orang dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines