Almamater Biru Versus Hijau [On-going]

Almamater Biru Versus Hijau [On-going]

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
Jati diri setiap universitas adalah IPK yang tinggi, mencari sesuatu di atas rata-rata. Mahasiswanya dituntut mempunyai kapasitas otak dan kreativitas yang tinggi pula. Bagaimana, jika dilihat dari sudut mahasiswa baru alias Maba yang ngebet banget mencari Kacogal-alias Kakak Cogan Almamater. Di sini lah, titik kisahnya dimulai. Dua universitas yang saling berdampingan, saling mengaku hebat dan tidak mau mengalah. Alih-alih mencari ribut, satu langkah saja memasuki tanpa diundang, sama aja mengundang maut. Seperti universitas Gundala dan Garuda, sejak tahun 1967 sudah mengibarkan bendera perang. Tidak diusik, tapi suka mengusik. "Gue paling ganteng di kampus ini, lo Metbear pergi sekarang!" Fajri Ilham sang pemuda beralmameter hijau, menggeram kesal, ketika wilayah kampusnya diinjak dan mendapati Ganjila Pramudito berdiri tegap di depannya. "Gue mau ngasih surat damai." "WHAT?"
All Rights Reserved
#50
almamater
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • HAIKAL
  • Penetrate Your Heart
  • My Handsome Devil
  • Aku Ingin Bercerita
  • My Rocketeer
  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • SAJAK BANTARA
  • Ms Careless and Mr Perfect (Tamat Di KBM dan Karyakarsa)
  • JAGAT RAYA [END]

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines