OUR COFFE

OUR COFFE

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 16, 2020
Mencitai itu mudah bukan? Seperti menjamu tamu dengan ramah dan hangat menyuguhinya segelas kopi tentu saja kamu tambahkan gula, meramu rasa manis yang menyimpan pahit khas. Bagi penyuka kopi akan mudah bagi dia untuk tau jenis kopi apa yang kamu sajikan dan tentu dia akan tahu bagaimana kopi itu dibuat , darimana kopi di gelasnya berasal. Namun jika dia bukan penyuka kopi jangankan tau darimana kopi itu berasal menghirup aromanya saja sudah membuatnya mual karena asam lambung yang naik. Biar ku beritahu sebuah rahasia, ini bukan tentang kopi, tapi tentang dirimu......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • King Of Bucin [SELESAI]✔
  • DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update)
  • Coffee Break Time
  • Mencintai dalam diam
  • CHOCOLATE OR COFFEE ( END )
  • TAKDIR KITA

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines