"Mataku sebagai wakil dari senyumanku" kalimat itu yang terus ada di pikiran Reza, seorang cowok dengan latar belakang problematik. Kalimat itu terucap dari seorang gadis bercadar bernama Nissa. Mereka menjadi semakin akrab gara-gara sebuah buku, hari-hari datar yang mereka lalui seketika berubah, lebih sering memandang layar ponsel? Saling memberi kabar? Bahkan tak jarang mereka saling mengingatkan untuk makan. "Bagaimana kondisi keluarga kamu?" disela pikriannya mengenai gadis bercadar itu, Reza selalu mempertanyakan hal itu kepada dirinya sendiri. Suara rocker yang setiap hari memenuhi area kamar dan seisi rumah menjadi hal lumrah di kediamannya. Perlahan-lahan semua hal yang tak terduga, mulai terjadi. Sesuatu yang tak pernah Reza bayangkan sebelumnya, seperti mendapat jutaan plot twist dalam hidupnya. Apa? Apa yang harus dilakukan? Ia hanya seorang pria setengah matang yang hanya mengerti bagaimana cara bertahan hidup dengan tangannya sendiri. Satu persatu plot twist itu menampakkan dirinya, memaksa Reza untuk terus bertahan disepanjang hidupnya. Survive, survive, survive, survive, survive, oh god I'm tired. "Akan kuhadapi apapun itu, dunia konyol"
More details