Dia Yang Selalu Ada

Dia Yang Selalu Ada

  • WpView
    Reads 839
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2025
Menjatuhkan rasa cinta kepada seseorang memang terlalu mudah. Pandang saja ia, Maka rasa itu akan hadir. Kecuali jika pandangan itu tidak berulang. Seperti gadis penuh kekurangan berumur 15 tahun bernama Relizafrin Afshinasda yang menjatuhkan rasa itu kepada seorang lelaki yang seharusnya tidak ia letakkan hati itu kepadanya. Bagaimana bisa, ia mencintai gurunya dengan rasa yang teramat cinta. Di lain sisi, ada lelaki yang sangat mencintai Relizafrin hingga mengorbankan segalanya demi cintanya. Namun Relizafrin terlalu menutup mata hingga tidak merasakan rasa itu hingga berujung pada keacuhan. Akankah seorang guru itu mencintai Eliza juga? Atau hanya cinta sepihak yang hanya dibangun oleh sebuah angan? Dan, apakah Lelaki itu akan senantiasa menunggu Eliza hingga berhasil meraih hati Eliza? ⛔WARNING⛔ Mengandung kalimat toxic, adegan 15+, kekerasan diluar batas, baper tingkat akut. Cover by me
All Rights Reserved
#1
duniawattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • UNDER YOUR SHADOW
  • Ranzir
  • Kai And Dolls
  • Jika Saja Ku Tolak Cintanya (BAGIAN I)
  • CALIX: Dark Embrace! [SELESAI]
  • TRAPPED BY ERLANG'S LOVE
  • AZGLAIR
  • Bad Boy In Love [COMPLETED]
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines