Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 3, 2020
Lepaassin saya..!!! Berontak seorang perempuan dengan derai air mata diwajah cantiknya. Pria yang ada dihadapannya tersenyum mengejek. Lalu mencengkram leher perempuan itu dengan tatapan menghina. Cuman segini saja? Cup. Allah..bantu aku.. Allah.. hiks hiks.. Spritual - Romance _________________________________________ Baca dan rasakan sensasi nya. Selamat membaca. Jangan lupa dukungan mu. Kritik dan saran dari kamu aku tunggu.. 🌱
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Labuhan CINTA Sang Illahi✔
  • ATTHARA : My Personal Doctor! [SUDAH TERBIT]
  • Jodoh Dari Allah [ Terbit ]
  • Rayuan disepertiga malam
  • Lathifa [END]
  • Separuh Hati Merindu (Complete)√
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • Dibalik Topeng Kebahagiaan

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines