Vampire's

Vampire's

  • WpView
    Membaca 140
  • WpVote
    Vote 10
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 28, 2025
WpInfo
Fiksi
Paranormal
18+ [on going] [Fantasi Story] Dave menyorot tajam. Mencengkram kuat rahang Oliv dengan tangan dinginnya. Mata merah pekatnya berputar menjadi emas terang dengan pupil mata teduh yang semakin melebar. Sedangkan Oliv yang melihat itu, memejamkan matanya ketakutan. Sebelum bibirnya bergetar mengatakan sesuatu, Dave mencium bibirnya lembut. Benda kenyal itu mampu membuat Oliv setengah sadar. Hingga, "DAVE!" teriak Oliv kala merasakan kulit bibirnya terkoyak. Dave memejamkan matanya, menjilat darah Oliv yang menetes menuju bibir. Kemudian, lelaki itu tersenyum samar melihat bibir Oliv yang membengkak, sedikit mengeluarkan darah. "Darahmu ... membuatku candu, Oliv." ---Apathesia12
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
menara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pangeran Kegelapan
  • My Savior Mate (Diterbitkan)
  • Hellbound With You
  • Am I the Reincarnation of a Goddess?
  • Queen of Emperor [OPEN P.O]
  • The Miracle Of Crystals
  • Legacy of Velmora Season 1
  • Datang HUJAN Disaat SENJA

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan