Vampire's

Vampire's

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 28, 2025
18+ [on going] [Fantasi Story] Dave menyorot tajam. Mencengkram kuat rahang Oliv dengan tangan dinginnya. Mata merah pekatnya berputar menjadi emas terang dengan pupil mata teduh yang semakin melebar. Sedangkan Oliv yang melihat itu, memejamkan matanya ketakutan. Sebelum bibirnya bergetar mengatakan sesuatu, Dave mencium bibirnya lembut. Benda kenyal itu mampu membuat Oliv setengah sadar. Hingga, "DAVE!" teriak Oliv kala merasakan kulit bibirnya terkoyak. Dave memejamkan matanya, menjilat darah Oliv yang menetes menuju bibir. Kemudian, lelaki itu tersenyum samar melihat bibir Oliv yang membengkak, sedikit mengeluarkan darah. "Darahmu ... membuatku candu, Oliv." ---Apathesia12
All Rights Reserved
#16
oliv
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hellbound With You
  • Olif from Dejua
  • Queen of Emperor [OPEN P.O]
  • END | I Will Avoid the Death Flag
  • RARE BLOOD (TAMAT)
  • Switch Over
  • My Savior Mate (Diterbitkan)
  • Legacy of Velmora Season 1
  • Legendaris Mate

(PERINGATAN: NOVEL INI MENGANDUNG 18+) "Aku mencintaimu, meskipun ada tanda-tanda bahaya." "Domba kecil, izinkan saya mengatakan ini padamu. Kamu sedang berdiri di depan gerbang neraka sekarang. Melakukan hal ini berarti menghancurkan hidupmu. Apakah kamu siap untuk masuk neraka bersamaku?" Saat keheningan berlarut-larut, bibir pria itu melengkung ke atas menjadi senyuman penuh kemenangan dan mengejek dan tangannya mendarat di kepalanya. Dia mengacak-acak rambutnya dan mencondongkan tubuhnya ke arahnya. "Neraka bukanlah tempat yang baik, setidaknya untuk anak domba sepertimu. Saya yakin kamu sadar akan hal itu. Sekarang larilah selagi raja iblis ini masih bersikap baik dan tenang." Dia berbisik dan kemudian, dia berbalik untuk pergi, dengan santai, seolah-olah tidak ada yang baru saja terjadi. Tapi setelah tiga langkah, gadis itu menghentikannya lagi. "Apa yang kamu bicarakan..." gumamnya, "Aku... aku ingin melihatnya sendiri... Bawa aku ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines