Tuan Yang Bertahta

Tuan Yang Bertahta

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 20, 2022
Tahu tapi seakan tidak ada sesuatu, diam pada perasaan Perempuan itu merenung "aku harus berhenti menerka perasaanku sendiri, berharap pada rasa yang tak pasti, mempertanyakan apakah rasaku ini hanyalah ilusi? Yaa robbi tolonglah hambamu ini" Laki-laki itu berfikir "sudah cukup, aku harus berhenti, sekarang ini aku tak bisa mempertanggung jawabkan rasaku sendiri, sebelum ini terlalu jauh. Lantas, apa aku pantas untuk dinanti? Tunggu aku, aku akan beramunisi, tapi jika kamu bukan ditakdirkan untuku, insyaallah aku akan mengikhlaskan diri" Perempuan itu "kenapa dia? Kemarin hari-hari kita begitu indah, entah ada apa sekarang, apa aku telah tergantikan? Atau dia berusaha menghilang dan melupakan aku? Apa dia tak mau memperlihatkan perjuangannya? Aku ingin menangis, seharusnya dulu aku bersikap seakan tak ada sesuatu diantara kita, bahkan sekarang untuk menatap matanyapun aku takut terhanyut dari harapan yang kubuat" Laki laki itu "maaf, sementara aku harus menghilang, tak selamanya, hanya sementara" Author Cerita ini setengah fiksi juga hal yang author alami ataupun orang lain
All Rights Reserved
#37
fitrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • " To Love ,To Lose "
  • The Blooming Lady [completed]
  • Derana Duka (lengkap)
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • Always Loving You
  • Rinai
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Shadow That Fades
  • Waktu?

Di balik langkahnya yang tegap dan wajahnya yang tenang, Nandika menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Beberapa tahun lalu, Raya pergi tanpa alasan. Meninggalkan Nandika dengan pertanyaan yang tak pernah terjawab, dengan hati yang tak pernah utuh kembali. Cinta mereka hancur dalam sekejap, tanpa penjelasan, tanpa kesempatan untuk memahami. Sekarang, mereka bertemu lagi-bukan sebagai dua orang yang masih saling memiliki, tapi sebagai dua orang yang pernah berbagi segalanya. Nandika sudah punya seseorang. Hubungan yang ia jalani dalam diam, seolah mencoba membangun sesuatu di atas kepingan hatinya yang dulu hancur. Tapi yang tidak ia tahu, semuanya hanyalah ilusi yang perlahan akan runtuh. Raya masih mencintai Nandika. Tapi dia juga tahu, kesalahannya terlalu besar, lukanya terlalu dalam. Dan saat Raya mengetahui kenyataan yang tersembunyi di balik hubungan Nandika, dia sadar bahwa dirinya harus melakukan sesuatu, meski itu akan membuat Nandika semakin membencinya. Tapi apa haknya? Dia yang meninggalkan, dia yang menciptakan luka, dan sekarang dia yang ingin menyelamatkan Nandika? Saat Nandika akhirnya tahu alasan kepergian Raya, semuanya menjadi lebih menyakitkan dari yang pernah ia bayangkan. Dendam dan cinta bercampur menjadi satu, membuatnya tak tahu apakah ia ingin Raya tetap tinggal, atau pergi untuk selamanya. 🔥 Di antara perasaan yang belum mati, luka yang belum sembuh, dan kenyataan yang terlalu pahit-apakah cinta mereka akan menemukan jalannya? Ataukah mereka hanya dua orang yang pernah saling mencintai, tapi harus merelakan? 💔 "To Love, To Lose"-karena tidak semua cinta berakhir dengan kebersamaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines