Tuan Yang Bertahta

Tuan Yang Bertahta

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 20, 2022
Tahu tapi seakan tidak ada sesuatu, diam pada perasaan Perempuan itu merenung "aku harus berhenti menerka perasaanku sendiri, berharap pada rasa yang tak pasti, mempertanyakan apakah rasaku ini hanyalah ilusi? Yaa robbi tolonglah hambamu ini" Laki-laki itu berfikir "sudah cukup, aku harus berhenti, sekarang ini aku tak bisa mempertanggung jawabkan rasaku sendiri, sebelum ini terlalu jauh. Lantas, apa aku pantas untuk dinanti? Tunggu aku, aku akan beramunisi, tapi jika kamu bukan ditakdirkan untuku, insyaallah aku akan mengikhlaskan diri" Perempuan itu "kenapa dia? Kemarin hari-hari kita begitu indah, entah ada apa sekarang, apa aku telah tergantikan? Atau dia berusaha menghilang dan melupakan aku? Apa dia tak mau memperlihatkan perjuangannya? Aku ingin menangis, seharusnya dulu aku bersikap seakan tak ada sesuatu diantara kita, bahkan sekarang untuk menatap matanyapun aku takut terhanyut dari harapan yang kubuat" Laki laki itu "maaf, sementara aku harus menghilang, tak selamanya, hanya sementara" Author Cerita ini setengah fiksi juga hal yang author alami ataupun orang lain
All Rights Reserved
#260
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sesal Yang Terlambat
  • Always Loving You
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • Izinkan sekali saja
  • Rinai
  • Rasa Dalam Sujudku
  • The Blooming Lady [completed]
  • Imam dari Sepertiga Malam

"Cukup ambil bayimu, kenapa harus sampe menikah dengan OG rendahan itu, Israd?"tanya Zia marah dengan mata melotot tak terima pada sang anak. "Biar aku punya kekuatan hukum, Ma. Biar anak itu jatuh sepenuhnya ke tanganku tanpa ada drama dan perlawanan di masa depan, hanya itu. setelah dia melahirkan, aku ceraikan dia, usir dari rumah, dan anakku mama bawa Ke Singapura. Biar dia tidak bisa melihat anaku sedikitpun, masalah selesai, lalu aku menikah dengan kekasihku."jawab Irsad tenang, tapi percayalah, ucapan dengan nada dan raut tenang Irsad, membuat seorang perempuan mungil yang menempel bagai cicak di belakang pilar, menggigil takut dengan hati yang amat sakit di dalam sana mendengar semua ucapan para orang kaya jahat itu. Tapi, untung saja, dia bisa menguasai diri dengan cepat. lalu senyum sinis, terbit begitu mengerikkan di bibirnya. "Oh begitu, ya. Indah sekali mimpimu para orang kaya, tapi maaf, aku tak sebodoh dan selugu itu! Ku pastikan di hari pernikahan, aku sudah pergi sejauh mungkin dari hidup kalian para penjahat bersama dengan anakku pastinya!"desisnya bagai janji hidup dan matinya. Walau dia orang kampung dan miskin, jangan harap dia selugu seperti yang di pikirkan oleh Irsad bejat yang sudah menodainya 2 bulan yang lalu!

More details
WpActionLinkContent Guidelines