Story cover for Tiga Serangkai by Ruben42069
Tiga Serangkai
  • WpView
    LECTURAS 90
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 90
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 3
Concluida, Has publicado oct 15, 2020
Cerita tentang persahabatan antara 3 anak, suka dan Duka mereka lewati bersama. Suatu hari mereka menemukan sesuatu yang selama ini disembunyikan oleh sahabat mereka sendiri, peristiwa itu merubah hidup mereka. Apakah 3 sahabat ini dapat mencari jalan keluarnya?N
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Tiga Serangkai a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#927tragedi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
[END] High School of Mystery: Russet Case de IchiHikaru
27 partes Concluida
[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.
Evans life at School de adilmulu
20 partes Continúa
Di setiap sudut kota ini, ada cerita yang belum terungkap, seperti langit yang selalu ada, tanpa pernah lelah menemani siapa pun yang ingin memandangnya. Evan, seorang pemuda yang telah terbiasa hidup sederhana, sering merasa langit adalah satu-satunya yang bisa ia percayai. Anak tunggal, dengan kesederhanaannya yang luar biasa, dia tumbuh dengan prinsip bahwa kasih sayang bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk melalui hubungan yang tak terucapkan, seperti dirinya dengan Riana. Riana, gadis berhijab yang penuh dengan misteri, tumbuh dengan dunia yang penuh kenyamanan dan harapan. Tapi di balik senyum malu yang selalu menghiasi wajahnya, ada sesuatu yang lebih dalam, rasa yang tak bisa ia ungkapkan. Sebuah perasaan yang mulai muncul, yang perlahan tumbuh, tanpa bisa ia kontrol. Dan Dika, sahabat lama Evan, yang selalu ada untuk mengingatkan Evan akan masa lalu mereka, bahwa Riana adalah gadis yang dulu mereka berdua kenal, dan sekarang ia mungkin ingin lebih dari sekadar teman. Satu langit yang sama, dan sejuta pertanyaan tentang apa yang harus diutarakan. Perasaan yang terpendam, kebingungan yang menggelayut, dan keputusan yang akan mengubah segalanya, itu yang harus mereka hadapi. Ketika rasa mengaburkan batasan, ketika kasih sayang bertemu dengan cinta yang tak terungkap, dunia yang mereka kenal tak lagi sama. Akankah mereka memilih untuk jujur pada hati mereka? Atau akankah mereka tetap bertahan pada kenyamanan yang sudah ada?
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
[END] High School of Mystery: Russet Case cover
Peluru Masa Lalu [END] cover
The Sky Before Secrets cover
Magical Life cover
Secret Love & Jefri Nichol cover
Evans life at School cover
Bimasakti - Dark Beggining Of All cover
Moment: Moment, Time, End cover
Skema Teori cover
Seraphine : A Light in Selene's Silence cover

[END] High School of Mystery: Russet Case

27 partes Concluida

[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.