Agatha
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 25, 2020
"AGATHA CEPET KERJAIN PR GUE!!!" perintah Olivia melempar buku tugas fisikanya. "Tapi aku capek kak..." lirih Agatha "ooohh lo berani mbantah ucapan gue?!!" marah olivia mencengkram dagu Agatha. PLAK!!!! suara tamparan keras mengenai pipi Agatha ya siapa lagi kalau bukan olivia pelakunya. "Kalau sampai tugas gue gak lo kerjain awas aja lo camkan itu cupu!!" ancam Olivia pergi meninggalkan kamar Agatha. Agatha memegang pipinya yang sakit bekas tamparan Olivia. "Kenapa harus seperti ini hidupku tuhan, perlakuan kak Oliv seperti bukan menganggapku saudara melainkan BABU, bukan hanya dia tapi papah dan mamah juga selalu bersikap kasar" gumam Agatha dan mengusap air matanya. Dia Agatha gadis manis murah senyum,pintar,baik hati tapi kebaikannya justru dimanfaatkan orang sekitarnya.... Kasihan kamu Agatha hidupmu banyak sekali masalah tapi kamu hanya menutupi dengan senyuman manis yang tercetak dibibirmu seolah tak terjadi apa-apa. HEBAT^^ Penasaran dengan kehidupan Agatha dengan beribu masalah, cobaan, cinta, sahabat,keluarga?! Yuk simak ceritanyaaa....... ENJOY GUYSSSS... Follow ig ku: dyahnurani__ 😊😊😊😊😊😊😊😊
All Rights Reserved
#919
agatha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • CINTA DALAM KELABU
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • The Story Of Aghea
  • Legatha [END]
  • Rannia√
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • ketika senja menyapa
  • AUDREY
  • Psychopat [SELESAI]
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines