Story cover for Untaian Dalam Asa by fitamariska_26
Untaian Dalam Asa
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 15, 2020
Puisi / sajak adalah salah satu media yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan. 

Isi dari pesan ini bisa berupa suatu ungkapan atau sebuah pesan dari seseorang ke orang lain atau ke khalayak.

Tanpa disadari menulis puisi / sajak merupakan salah satu bentuk ekspresi yang diungkapkan oleh penulis, bisa bersumber dari inspirasi atau gagasan pikiran penulis.

🌻🌻🌻

Dalam pembuatan karya ini aku berkolaborasi dengan temanku, 

kita suka bersajak ga jelas gitu wkwkwk

jadi aku ada ide untuk mempublikasikan disini. 

daripada penasaran, mending langsung kepoin aja yukkk

oh iya jan lupa vomentnya ya gais🤗
All Rights Reserved
Sign up to add Untaian Dalam Asa to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
The Disappearance of Butterfly by theodorusjodi
25 parts Complete
Entah mengapa semua kejadian menarik yang melibatkan kamu hampir selalu terjadi disaat senja menjelang. Satu hal yang tidak biasa dengan reaksimu ketika melihat seekor kupu-kupu yang terbang melintasi ruang kosong diantara kita berdua. Kamu menutup mata dengan kedua tanganmu melindungi kepalamu dan bergerak kesana kemari seakan mengusir kupu-kupu itu untuk pergi. Aku sempat berpikir, sepertinya ada sesuatu yang membuatmu benci akan satu hal, tapi apa ? Aku hanya melihat seekor kupu-kupu. Memang apa yang salah dengan seekor kupu-kupu ? Tanpa melanjutkan dan mencari tahu lebih dalam lagi, kupu-kupu itu terbang dan begitu juga dengan kamu yang pergi berlawanan dari arah kupu-kupu itu menghilang. Aku teringat ketika teman baikku pernah berkata, "Kamu bisa bebas pergi seperti burung, hanya saja, jangan lupa untuk pulang." Malam ini, langit hampa tak berbintang, dan hal yang paling indah adalah ketika aku melihat tawamu yang disinari oleh cahaya dari api unggun seakan membakar suasana dingin yang diselimuti oleh hawa panas dari api unggun. Aku suka caramu ketika kamu menunjukkan kepada dunia bahwa kamu sudah merasa nyaman, dengan tersenyum sepanjang waktu. Adik, kamu sedang apa disana ? Nampaknya kehidupanmu lebih tenang dari apa yang sedang kakak jalani disini. Aku sedang memiliki banyak masalah, disamping satu hal yang sedang aku pikirkan. Aku lelah. Mau bantu aku untuk mencari jalan untuk bertemu denganmu ? Tapi aku tidak mau membuat papa dan mama sedih dan merasa kehilangan lagi. One day I will sing for you from the deepest of my heart. So please come to me, so I can get your faith and let me be your man. Disaat itu memang aku lebih menghargai mimpi Tapi sekarang, aku lebih menghargai hidup. Kamu tidak perlu lagi untuk takut dengan kupu-kupu, karena aku lebih takut dengan kepergianmu. Pengagum Pembenci Kupu-Kupu, 2017
Cinta Berbalut Puisi by HarrySuharto
26 parts Complete Mature
Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".
You may also like
Slide 1 of 10
IF YOU cover
Introvert cover
The Disappearance of Butterfly cover
TENTANGMU YANG PERNAH ADA cover
Puisi Kemana Saja cover
Sekumpulan Sajak yang Berkisah cover
Evolusi Kata cover
Goresan Pena cover
Cinta Berbalut Puisi cover
CERPEN (END) cover

IF YOU

15 parts Ongoing

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali