We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kata dan Rasa

Kata dan Rasa

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan pergii.. " Sylla terbangun dari mimpi buruknya, Sylla mengatur nafasnya hingga benar-benar stabil "Kenapa dia muncul lagi di dalam mimpiku, kenapa selalu dia, apa karna aku sering memikirkannya akhir-akhir ini" tanya Sylla kepada dirinya sendiri Prisylla Senja Mauran. Gadis manis dengan berjuta mimpi dan harapan. Dia mandiri, tak pernah mau menyusahkan orang lain. Dia selalu melakukannya sendiri. Berbisnis sejak kecil yang memacunya untuk masuk jurusan Manajement Bisnis. Ananta Batra Yudawan. Tampan dan rapi, menggambarkan penampilannya. Pindahan dari Jakarta ke Bandung dan sekarang pindah lagi dari Bandung ke Jakarta karna tugas negara Ayahnya jadi ia harus mengikutinya. Sebenarnya ia ingin belajar hidup sendiri, tapi orang tuanya melarang dengan alasan tak mau mengulang kejadian yang lalu. Hobby olahraga dan senang mencari hal baru. Kuliah jurusan Teknik semester 6. Kenapa mereka tidak saling bicara? Karna KATA dan RASA adalah 2 hal berbeda, akan ada saatnya keduanya bisa menyatu, dan ada saatnya keduanya akan saling membohongi. Happy Reading !!
All Rights Reserved
#721
melupakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • 16 : 00 Merindukan Senja [Selesai]
  • Gopaniya
  • COMPLICATED
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • SIRNA
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • ADYRA

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines