aurora
  • WpView
    Reads 209
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 17, 2020
"Kamu itu jalang kamu itu pembunuh kamu itu merepotkan kamu itu anak pembawa sial"ujar papa sinis di hadapan aurora. "Hiks ee...enggak pa aurora orang baik aurora bukan pembunuh pa ma tolong percaya sama aurora. "Huhhh percaya hahahaha cita citalo mau jadi apa sih sebenarnya udah jelas jelas kalok lo itu pembunuh tapi lo kagak ngaku dasar bitc"timpal aurisa yang sedari tadi tersenyum sumringah. "Itu gak sesuai yang kamu bicarakan sa. Plak. Tangan mulus itu berhasil mendarat di wajah mulis aurora nampak menimbulkan memar berwarna ungu ke merahan kali ini bukan papa melaikan mama yang menamparnya. "Mm...ma...ma
All Rights Reserved
#144
menderita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NADIRAEFAL
  • AURORA
  • "He's mine"
  • Benalu [Terbit]
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • AILAH(END)✅
  • Pretty Mafia (End)
  • MY CHUBBY GIRL✔
  • Rora~Laska.

"Aaaaaa" teriak nadira sambil menyilangkan tangannya di dada. "Makanya jangan asal buka baju" ketus raefal. "Gu-gue ngak lihat" ucap Raefal sambil mengalihkan pandangannya kearah lain. "sedikit" lanjut Raefal lagi dengan bergumam pelan. "Tapi gue ngak sengaja" ucapnya lalu meninggalkan UKS. *** "Kata-kata terakhir lo sebelum lo berkunjung ke neraka" ucap raefal sambil menodongkan pistol ke sayangannya pada kening nadira. "Gue kasih waktu satu menit dimulai dari sekarang!'' "Satu" "Lima" WARNING!!🚫 MURNI PEMIKIRAN SENDIRI PLAGIAT SILAHKAN MUNDUR!! JIKA ADA KESAMAAN TOKOH, ITU MURNI TIDAK DISENGAJA. JIKA ADA KEMIRIPAN CERITA, MURNI TIDAK ADA UNSUR KESENGAJAAN. JANGAN MEMBAWA LAPAK LAIN KE CERITA INI!!!.

More details
WpActionLinkContent Guidelines