EPHEMERAL

EPHEMERAL

  • WpView
    Lecturas 352
  • WpVote
    Votos 206
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 24, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Mata teduhnya benar-benar membuat jantung gadis dengan rambut sebahu itu berdegup begitu kencang. Sekelilingnya terasa terhenti sejenak, seolah hanya ada pemilik mata teduh yang sedang mengamatinya seksama dengan senyum tipis yang hampir tidak terlihat seperti senyuman. "Alana IPA 3, ya?" "Iya kak," "Salam kenal, dia Dirga!" Mematung. Gadis itu tetap berdiam diri seakan masih terhipnotis oleh mata teduh milik lelaki di hadapannya tadi, padahal pemiliknya telah pergi melewatinya, meninggalkan aroma mint yang begitu segar.
Todos los derechos reservados
#609
alana
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALAGAM (SELESAI❤️)
  • Can I Call You Mine?
  • Alleina (End)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • BarraKilla
  • ALGRAVANO
  • Cinta Dalam Diam
  • I HATE YOU KOMANDAN!!! {END} ✓
  • Ikigai I-II

Ini kisah tentang tiga anak remaja yang masih SMA. Ada Aira sebagai pacar Alan dan ada Agam sebagai sahabat Alan. Aira adalah gadis beruntung yang memiliki dua penjaga, ada Alan sebagai pacarnya dan Agam sebagai sahabatnya juga. Tidak jarang Aira pergi bersama Agam atas keinginan Alan. Lelaki itu selalu mengandalkan sahabatnya jika ia tidak bisa mengantar Aira. Agam yang sudah bersahabat dengan Alan sejak SD diam-diam menyukai Aira. Pacar sahabatnya sendiri. Agam tahu perasaannya ini salah. Bukan di waktu, tempat, atau orang yang tepat. "Gam. Nanti gue juga mau repotin lo lagi untuk bantu gue ngehias ruangan itu." Ujar Aira sambil terus memindah file ke dalam flashdisk. Sambil menunggu Aira kembali menatap Agam. "bisa kan?" "apapun gue bisa lakukan buat lo, Ay." Ujar Agam sambil menatap mata Aira lekat-lekat. Aira memandang Agam dengan gemas. Tangannya tergerak mencubit kedua pipi lelaki itu saking gemasnya. "eeummm baikk nya Agam sama gue." Ucap Aira dengan nada manja khas gadis itu. Setelah Aira melepas cubitannya di wajahnya. Agam masih terus memandang gadis disampingnya. Rasanya untuk beralih menatap yang lain tidak lah penting bagi Agam. "kalau gue suka sama lo gimana, Ay?" Aira langsung menoleh pada Agam seketika.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido