Muara Hati Mutiara

Muara Hati Mutiara

  • WpView
    Membaca 5
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 16, 2020
Cinta itu datang dengan cara yang tidak terduga. Tidak ada yang mengetahui takdir kecuali Allah. Semua sudah diatur olehnya. Tidak ada yang mampu menolaknya. Itulah yang dirasakan oleh Jenvin kepada Mutiara, gadis cantik dengan hijab lebar yang menutupi kepalanya. Gadis yang membuat hidupnya lebih baik dan berwarna daripada dulu yang selalu egois dan tidak memperdulikan keadaan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#49
mutiara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Dear Mawar Biru
  • A woman with all her destiny and dreams (ON GOING)
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • MERAIH CINTA DI PENGHUJUNG AYAT
  • MAS WILDAN [END]

Wira Arya Abimana, mencintai Jeanice Olive Pratiwi dengan segenap hatinya. Demi wanita itu dia berusaha menerjang dinding pembatas yang amat besar karena perbedaan keyakinan. Bahkan ketika sang ayah menjodohkannya dengan Nadhira Shakila Putri, Wira menolaknya mentah-mentah. Dia tetap yakin bahwa Jeanice akan meninggalkan keyakinan demi dirinya. Namun, harapan itu pupus ketika Jeanice lebih memilih melepas Wira. Mampukah Wira menerima Nadhira yang hadir dalam hidupnya bak seorang peri cinta? dan berusaha menyelamatkannya dari kesalahan besar yang akan dia pilih. Yaitu cinta dan keyakinan. Mampukah Nadhira bertahan di sisi Wira ketika penolakan demi penolakan dia dapatkan? "Jangan sok suci, Nadhira! Kamu hanya anak haram dari seorang simpanan." - Wira Arya Abimana "Aku tidak peduli apa yang kamu katakan padaku. Kamu harus mengakhirinya, Mas." - Nadhira Shakilla Putri. - "Aku bersedia masuk ke dalam keyakinanmu. Apakah kamu senang?" - Jeanice Olive Pratiwi

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan