Risalah Hati ( Aku Kamu Dan Allah)

Risalah Hati ( Aku Kamu Dan Allah)

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 30, 2020
Ketika aku dan hati memilih satu nama untuk dijadikan sesuatu yang rahasia lantas sampai kapan aku akan tetap bertahan pada sisi yang terdiam. Dibalik dinginnya malam dan sebuah tangisan menemani bersama dengan terus berjalannya untaian do'a dan harapan. ~Syafira Ananda Ahmad~ Entah do'a siapa yang juga bertarung disana, yang jelas ketika aku mulai membuka hati nyatanya aku gagal. Allah siapapun dia sungguh aku ingin segera melihat nya. ~Aidan Faiz Al-farisi~ Ini hanya sajak dari si pengagum rahasia. Akankah Allah mempertemukan do'a Syafira dan Aidan? Sanggup kah mereka bertahan?
All Rights Reserved
#3
sepertiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DOSA DIAM
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • Penantian Halalku ✔
  • senja di matamu
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Qiyamah Senja-completed
  • Tertulis Dalam Doa
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Sepertiga Malam Tentangnya
DOSA DIAM

Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines