Story cover for ~Diary Manusia~[On Going] by FairyOcean221
~Diary Manusia~[On Going]
  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Oct 16, 2020
Diary Manusia, terinspirasi dari Manusia yang mempunyai begitu banyak rasa yang mungkin tidak sampai diucapkan lewat kata-kata. Manusia memiliki berbagai macam perbedaan juga latar belakang yang tak sama sehingga memunculkan banyak perbedaan diantaranya begitupun dengan masalah yang dihadapinya. Tetapi, Rasa dan masalah yang mereka hadapi tidaklah jauh berbeda dengan yang lainnya, karena apa yang mereka rasakan dihari ini mungkin adalah kejadian lalu yang mungkin pernah ada. 

Diary Manusia ini menyuguhkan Kata-kata yang menyejukkan hati manusia juga memberikan manfaat bagi pembacanya guna menyadarkan manusia bahwa kita adalah sama. 

**Kata-kata yang saya buat bukan untuk menjadi acuan(seperti dalil atau hujjah) bagi pembaca, karena pada dasarnya sang penulis hanyalah manusia biasa dan masih banyak sekali kesalahannya. Maka dari itu ambil baiknya buang buruknya!

*Study together to be better person❤️
*I'm not your teacher i just your friends ❤️
All Rights Reserved
Sign up to add ~Diary Manusia~[On Going] to your library and receive updates
or
#432manusia
Content Guidelines
You may also like
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri by ceritadariawan28
4 parts Ongoing Mature
"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2
You may also like
Slide 1 of 9
Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna cover
Daily Quotes cover
Kata Baper「Quotes」 cover
Love & Pain & Motivation cover
CERPEN (END) cover
HI! AB PART 1 cover
My Second Life (Completed) cover
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri cover
Quotes cover

Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna

118 parts Complete

Demi sebuah pengakuan, kita rela menjadi sempurna. Padahal, sempurna bukanlah hak yang mampu manusia pegang. Apa pun yang kita lakukan, yang berhasil hanya menjauhkan kita dari sempurna, yang gagal hanya menghapus jejak kesempurnaan. Tanpa peduli pada orang-orang yang mencintainya, kita hanya melihat penderitaan kita sendiri yang lebih besar daripada siapa pun. Untuk menjadi sempurna, kita rela mendengar dan menghargai suara hati mereka yang berada di sekeliling kita. Melelahkan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk terus berlari dengan dua kaki yang lelah. Kita tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, kita tak perlu menjadi persis seperti mereka, kita tak perlu mengejar kecepatan mereka, kita tak perlu menahan sesak di dada ketika melihat mereka. Kita manusia, yang memiliki takdir berbeda. Itu semua wajar, jangan merasa sendirian. Walau kita telah berlari sejauh apapun, tempat pulang tidak akan berpindah, tempat pulang selalu menanti. Ketahuilah bahwa Kesempurnaan akan membunuh manusia itu sendiri, karena itulah manusia tidak boleh sempurna. Lakukan semampunya dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerah-kan pada kita.