Terms and Conditions Apply

Terms and Conditions Apply

  • WpView
    LECTURAS 23
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 12, 2024
Ramona Tsania Praja punya satu rencana hidup: Tidak menikah dalam waktu dekat. Atau mungkin tidak menikah sama sekali. Sayangnya, rencana itu hancur dalam satu hari saat sebuah rumor merebak dan keluarganya memaksa menjodohkannya dengan Mahesa Firgiawan. Sahabat masa kecilnya. Orang paling tengil dan menyebalkan dalam hidupnya. Dan... satu-satunya orang yang pernah menolak perasaannya. Dengan "terms and conditions" yang mereka buat bersama, mereka sepakat menjalani pernikahan ini secara profesional. Tanpa cemburu. Tanpa ikut campur. Dan jelas... tanpa perasaan. Masalahnya, tidak ada yang benar-benar profesional ketika perasaan lama mulai muncul kembali. Dan yang lebih buruk, bagaimana jika perasaan itu tidak pernah benar-benar hilang?
Todos los derechos reservados
#114
metropop
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido