Karena Aku Mencintaimu Ayah

Karena Aku Mencintaimu Ayah

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jan 17, 2021
Karena Aku Mencintaimu Ayah Ayah, dengan jilbab terjulai panjang ini Aku menutupi dadaku dan dengan pakaian longgar pemberian Ayah dan Bunda Aku menutup setiap lekuk tubuhku. Kini Aku hijrah ayah, ini salah satu bukti bahwa Aku mencintaimu. Hanya lewat foto dan surat ini Aku dapat menceritakan kondisiku, yang sekarang berada jauh darimu dan Bunda. Ayah, jangan lupa menyampaikan cerita hijrahku kepada Bunda dan memperlihatkan foto gadis kecilmu yang kini telah tumbuh dewasa. Itulah sepenggal surat Nurul untuk Ayahnya yang berada di Kota Jambi. Nurul tumbuh di keluarga yang besar, memiliki 8 saudara sangat menguntungkan bagi Nurul. Selalu dianggap anak kecil oleh keluarganya terkadang membuat Nurul sedih. Nurul harus mengubur keinginannya untuk kuliah di ibu kota. Sang bunda tidak memberikan izin, dan Nurul berusaha untuk berlapang dada, menerima takdirnya untuk kuliah di kota Padang. Di kota padang inilah, perjalanan hijrah Nurul dimulai.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Transisi Rohani
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • Mencoba untuk berubah 🐾
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • JODOH RAHASIA ALLAH
  • Secret Marriage

Naskah Asli Juara 1 Lomba Menulis Cerita Islami Se-kabupaten Banyuwangi tahun 2023. ______ Aku dibesarkan dari keluarga petani sederhana di pedalaman Aceh. Sejak dulu aku memang memiliki semangat tinggi dalam belajar ataupun beribadah. Hingga berkat dari kerja kerasku, aku bisa melanjutkan sekolah SMA di Banda Aceh. Hari pertama masuk sekolah, aku bertemu dengan Devan. Lama-kelamaan persahabatan kami semakin harmonis dan akrab. Bersama Devan aku melalui hari-hari dengan penuh keceriaan dan toleransi. Bersama Devan aku turut dibina berlomba-lomba dalam hal kebajikan dan takwa. Setiap malam aku dan Devan belajar bersama, membahas materi-materi agama. Melalui Devan, aku belajar banyak perihal bersedekah, toleransi, kerja sama, kejujuran, dan berprasangka baik. Petuah-petuah bijak dari Abah dan Bapak merupakan semangat bagiku dalam berbuat kebaikan di lingkungan baru. Dulu, setiap malam Abah selalu mengajari anak-anak kampung mengaji. Karena diriku yang sudah dilatih perihal agama sejak kecil, membuat kepribadianku hari ini lebih taat dalam beribadah dan berbuat kebaikan. Kehidupan terus berlanjut. Hari di mana Devan menginap di rumahku membuat dia semakin semangat berbuat kebaikan untuk kedepannya. Masa-masaku menuntut ilmu di Banda Aceh membuatku belajar banyak hal. Kami kembali ke Banda Aceh, memulai rutinitas seperti biasanya. Di suatu akhir pekan, kami memutuskan untuk tadabur alam, mendaki bukit di dekat Banda Aceh. Berbagai macam perjuangan kami lalui, hingga akhirnya kami bisa melihat indahnya ciptaan Allah. SWT.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo