RA   IN
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"hai ra" lambaian tangan itu membuat ku menoleh kearah bangku dihalte senyuman nan manis bak gula jawa ia lontarkan kearah ku, membuat langkah kaki ku semakin lebar menuju tempat ia duduk. Rintik hujan masih terdengar ketika ia jatuh di atas payung hitam yang melindungi ku darinya, berhentilah wahai hujan ini sangat dingin. "kamu kenapa kesini?" pertanyaan bodoh yang sebenarnya dia tau kenapa aku berada disini. "ah aku hanya lagi berjalan jalan saja, dan tenyata kau juga ada disini" tentu saja untuk menemui pria bodoh sepertimu, tapi kata kata itu aku ucapkan dalam hati. "katanya kau tidak suka hujan? Kenapa kau tetap keluar saat hujan? " tentu saja ! aku kesini bukan untuk hujan tapi untuk mu bodoh aku tak ingin kau kedinginan karena hujan yang kau anggap kau menyukai hujan pada kenyataannya hujan hanya akan membuat mu sakit, lihatlah lagi lagi kata ini hanya mampu di ucapkan di hati saja. "aku memang tidak menyukai hunjan, tapi kau suka in, aku tidak ingin kau terlalu bersenang senang dengan hujan dan ahirnya hujan yang akan membuat mu sakit" Dia menatapku dan aku tidak bisa mengartikan tatapannya, tapi yang aku tau tatapanya begitu dalam. "hei kau lupa sesuatu ra, aku menyukainya bahkan sangat, dinginya tak mampu membuat tubuhku sakit" Lihatlh betapa keras kepalanya pria ini, ah mungkin dia belum pernah merasakan realita yang berbanding terbalik dari expentasi.
All Rights Reserved
#443
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • about us and him ✔️
  • SOLITUDES
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Umbrella Life [END]
  • Rintik Hujan
  • CATUR [END]
  • Zeyna's Life

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

More details
WpActionLinkContent Guidelines