Detektif Qaroline (I remember it)

Detektif Qaroline (I remember it)

  • WpView
    LETTURE 680
  • WpVote
    Voti 26
  • WpPart
    Parti 25
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, mag 17, 2022
Ciiiiiiiiiiittttttttt, Brak! Mobil itu hilang kendali, dan menabrak sebuah pohon, setelah menghindari truk yang ada di depannya. Semua menjadi gelap, dan aku tidak ingat apa-apa setelah itu. "Line, besok sudah siap training detektifnya?" seorang wanita paruh baya, membuyarkan lamunannya calon detektif berusia dua puluh tiga tahun itu. "Siap mah, besok aku berangkat pagi." Qaroline menghabiskan makanannya. "Mah, bayangan itu melintas lagi." "Bayangan seorang remaja itu? Sudah biarkan saja. Nanti juga hilang sendiri." "Bukan hanya itu, aku juga terbayang sebuah kecelakaan yang hebat mah." mamahnya terkejut mendengarnya. Dia selalu teringat peristiwa itu, yang membuat semuanya berubah. 'Maafkan mama nak, mama belum siap menceritakannya.
Tutti i diritti riservati
#849
detektif
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Teman Lama (Empat)
  • Destined for me 2
  • Hitam Putih Abu-Abu [completed]
  • TAK BISA MELAWAN TAKDIR
  • Sun! -orine
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • My Cruel Girl [MASIH REVISI]
  • Glitch
  • Datang Untuk Pergi

~ini lanjutan cerita ~MISI PELENGKAP sudah lama Rizka nantikan momen ini, pulang kampung dan berlibur sepuas yang dia mau, tapi. "HAH?! KUMPUL AKADEMI, HANCUR SUDAH LIBURAN GUE!!!!" teriak Rizka histeris Dia tidak perduli dengan pandangan orang disekitar yang penting sekarang dia bisa melampiaskan kekesalannya. Saat Rizka tiba diluar bandara sudah ada seorang mentor yang menjemput dia, dengan wajah masamnya Rizka ikut keakademi tempat dia dulu. "Apa kabar, Rizka?" Sapa seorang wanita saat Rizka tiba di akademi "Baik, ejen ayu" jawab Rizka "Waaah, lama gak kelihatan, makin cantik ya kamu, udah punya pacar belum?" Ucap seorang pria sambil merangkul bahu Rizka "Belum, ejen Alif, saya kan kesana pelatihan ejen bukan cari jodoh" jawab Rizka sambil menyikut ejen Alif "Khu.. iya juga ya" ucap ejen Alif meringis kesakitan dan melepas rangkulannya "Ayo masuk, udah ada teman kamu yang nunggu" ajak ejen ayu "Teman" gumam Rizka Dengan dipandu oleh kedua mentor cabang 3, Rizka bergabung keruang utama, dan saat masuk Rizka bukan hanya terkejut wajah dia juga menunjukkan kekesalan dan kekecewaan yang luar biasa. "Ini teman yang ejen ayu maksud" ucap Rizka datar ~ Dipastikan cerita yang ini bakal lama update nya, jadi mohon dimengerti karena author masih memikirkan alur ceritanya 🙏

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti